Di Uteunkot, Dosen Fakultas Kedokteran Unimal Beri Edukasi Bahaya Rokok Kepada Warga


-->

Iklan Utama

Di Uteunkot, Dosen Fakultas Kedokteran Unimal Beri Edukasi Bahaya Rokok Kepada Warga

Sabtu, 20 November 2021



Peunawa.com | LHOKSEUMAWE - Merokok memang salah satu gaya hidup yang tidak sehat tetapi dikalangan masyarakat adalah sebuah hal yang biasa, masyarakat menganggap merokok sebuah perilaku yang bisa membuat dirinya senang, sebagian orang merasa mendapatkan kesenangan dari merokok, tapi jangan biarkan kesenangan tersebut justru membahayakan keluarga tercinta di rumah yang terpapar asap rokok.

Pemberian edukasi tentang bahayanya asap rokok didalam rumah tersebut disampaikan oleh ketua pengabdian dr. Nora Maulina,M.Biomed.AIFO-K dan didampingi wakil ketua Harvina Sawitri SKM.MKM.,serta mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh 

Kepada warga Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe,Kamis (04/11/2021) dr.Nora Maulina,M.Biomed.AIFO-K menyampaikan  tentang bahaya rokok tidak hanya dirasakan bagi yang mengonsumsi, namun juga mereka yang berada di sekitarnya. 

"Asap rokok yang terpapar kepada perokok pasif lebih berbahaya dari pada yang diisap oleh perokok aktif. Apalagi anak-anak dan bayi, mereka adalah golongan yang paling rentan jika terpapar asap rokok,"demikian disampaikannya.

Mengatasi hal ini maka setiap keluarga haruslah dibekali dengan pengetahuan tentang rumah tanpa asap rokok, karena rokok merupakan salah satu yang membuat lingkungan sekitar kita menjadi tidak sehat, karena asap yang dihasilkannya mengandung banyak zat berbahaya yang dapat mengakibatkan tercemarnya lingkungan rumah serta mengganggu kesehatan penikmatnya maupun orang disekitarnya, 

Dijelaskan dr.Nora Maulina.M.Biomed.AIFO-K. sebagian besar orang bisa meninggal dikarenakan mengonsumsi rokok dengan berlebih. Awalnya memang tidak terasa sakit, tetapi semakin lama seseorang mengonsumsi rokok, maka akan banyak timbul berbagai penyakit dalam tubuhnya.

Dalam materi penyuluhan yang disampaikan oleh Tim Pengabdian Fakultas kKedokteran Universitas Malikussaleh disampaikan juga ada beberapa usaha yang harus dilakukan agar rumah terpapar asap rokok, diantaranya :

1. Tidak memberi dukungan kepada orang yang merokok dalam bentuk apapun, antara lain dengan tidak memberikan uang untuk membeli rokok, tidak memberikan kesempatan kepada siapapun untuk merokok di dalam rumah, tidak menyediakan asbak
2. Memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku tidak merokok kepada seluruh anggota keluarga
3. Menggalang kesepakatan keluarga untuk menciptakan rumah tangga tanpa asap rokok
4. Menegur anggota rumah tangga yang merokok di dalam rumah
5. Tidak menyuruh anaknya membelikan rokok untuknya
6. Melarang anak tidak merokok bukan karena alasan ekonomi, tetapi justru karena alasan Kesehatan
7. Orangtua bisa menjadi panutan dalam perilaku tidak merokok

Disela kegiatan tersebut juga di bentuk kader yang bertugas sebagai kader dalam mengevaluasi bahaya asap rokok didalam rumah serta pembagian leaflet (brosur), agar memudah masyarakat dalam memahami materi. 

Pengabdian dan pembentukan kader ini berjalan sangat komunikatif dan interaktif, dimana banyak peserta yang bertanya tentang masalah Kesehatan terkait paparan asap rokok. 

Dijelaskan kembali oleh Ketua pengabdian dr.Nora Maulina.M.Biomed.AIFO-K bahwa rokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan perokok itu sendiri (perokok aktif), namun juga orang-orang disekitarnya yang ikut menghirup asap rokok atau berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok (perokok pasif), tidak ada batas aman kadar paparan asap dan residu rokok. 

Asap rokok yang dihembuskan oleh perokok membahayakan kesehatan isteri, anak-anak dan anggota keluarga lain yang tidak merokok. Untuk itu pengendalian para perokok yang menghasilkan asap rokok yang sangat berbahaya bagi kesehatan perokok aktif maupun perokok pasif merupakan salah satu solusi menghirup udara bersih tanpa paparan asap rokok atau biasa disebut penetapan kawasan rumah tanpa rokok. Harapan dari Tim pengabdian bahwa hasil edukasi dan pendampingan kader rumah tanpa asap rokok dapat diajalankan dengan baik.

Mengatasi hal ini maka setiap keluarga haruslah dibekali dengan pengetahuan tentang rumah tanpa asap rokok, karena rokok merupakan salah satu yang membuat lingkungan sekitar kita menjadi tidak sehat, karena asap yang dihasilkannya mengandung banyak zat berbahaya yang dapat mengakibatkan tercemarnya lingkungan rumah serta mengganggu kesehatan penikmatnya maupun orang disekitarnya.

Sebelumnya,Ketua PKK Uteunkot dalam sambutannya menyambut baik gagasan terkait rumah tanpa asap rokok.(*)