Mukhlis Takabeya Serahkan Sepeda Untuk Alia


Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Mukhlis Takabeya Serahkan Sepeda Untuk Alia

14/05/22



Peunawa.com | Bireuen - Direktur Utama PT.Takabeya Perkasa Group H.Mukhlis,A.Md.,SH yang kerap disapa Mukhlis Takabeya memberikan satu unit sepeda kepada Alia Sundari (9) Siswi SDN 11 Peusangan, Bireuen pada Sabtu (14/05/2022).

Alia merupakan putri kedua dari pasangan Cecep dan Hasfuryati, mereka berasal dari keluarga kurang mampu yang beralamat di Gampong Blang Cut Kecamatan Peusangan, Bireuen.

"Alhamdulillah, ada sedikit rizki yang Allah titipkan kepada saya, saya langsung bergerak membeli sepeda ke pasar, dan saya antarkan sepeda ke sekolahnya untuk saya hadiahkan buat adik tersebut,"ujar Pengusaha ternama tersebut.

Adik Alia sontak terkejut dan terharu matanya berkaca-kaca hingga memeluk ibunya, ibunya pun tidak sanggup menahan haru, dengan suara tersendat menahan rasa haru dan bahagia mengucap terima kasih.
 
Alhamdulillah, sepeda yang sangat diharapkan dan diimpikannya hadir dihadapannya.

"Sekolah yang rajin ya neuk, semoga cita-cita nyak Alia tercapai neuk, beh,"tutur  Mukhlis Takabeya.

Sebelumnya, Mukhlis Takabeya mendapat kabar dari Kepala Sekolah SDN 11 Peusangan Nisrina,S.Pd bahwa ada murid di sekolahnya selalu terlambat hadir ke sekolah.

Kemudian Ibu kepala sekolah mencoba menelusuri penyebab anak tersebut selalu telat hadir ke sekolah, ternyata anak tersebut diantar ke sekolah menunggu sepeda dari tetangganya, lalu diantar kakaknya meminjam sepeda tetangga tersebut.

Mengetahui hal tersebut, hatinya terenyuh, batinnya terguncang, langsung saja memori ingatan Mukhkis Takabeya kembali kembali ke masa lalu. 

Mukhlis Takabeya juga pernah mengalami apa yg dirasakan oleh adik tersebut, ia mengungkapkan saat Ayahandanya dipanggil Allah, Ibunya dengan tekad yang kuat berjuang menyekolahkan ia. 

Saat ia masih di bangku sekolah dasar, setiap hari Mukhlis berjalan kaki menyusuri jalan menuju sekolah yang cukup jauh dari rumah, bahkan sering Mukhlis sampai ke rumah menjelang Maghrib.

Ayah alia berprofesi sebagai tukang jahit sepatu bekas dan ibunya hanya berstatus Ibu Rumah Tangga. 

Sumber : Mukhlis Takabeya Official
Editor    : Redaksi