Momentum HUT PGRI ke -78, Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi Minta Pemerintah Tuntaskan Persoalan Guru Honorer sampai Akhir 2024

Adsense

 

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Momentum HUT PGRI ke -78, Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi Minta Pemerintah Tuntaskan Persoalan Guru Honorer sampai Akhir 2024

11/26/2023

Jakarta - Dalam rangka memperingati HUT PGRI dan HGN yang jatuh pada tanggal 25 November setiap tahun. Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi Meminta Pemerintah Serius Selesaikan Persoalan Guru Honorer dan tuntaskan persoalan guru honorer sampai akhir 2024.

"Penyelesaian terhadap nasib para guru honorer, Pemerintah harus serius. Jangan terkesan hanya menjadi isu yang tidak tuntas sebagaimana janji Presiden Jokowi," pungkas Fachrul Razi kepada media, Sabtu (25/11/2023). 

Menurut Senator asal Aceh tersebut Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang tidak boleh di abaikan begitu saja. 

"Kesejahteraan guru termasuk guru honor, kalau perlu yang honorer dan guru swasta dengan menambah insentif dan tunjangan profesi guru sesuai keahlian masing masing, sehingga taraf ekonomi guru dapat semakin meningkat.

"Pemerintah harus tepati janji untuk mengangkat semua guru baik yang saat ini statusnya honorer, PPPK, bahkan guru swasta menjadi ASN. Tidak sampai di situ, gaji guru juga akan ditingkatkan. Guru yang baru berkarir bila perlu digaji sekitar Rp 10 juta / bulan, Karena Indonesia sekarang pendidikan dan akhlak siswa semakin anjlok dikarenakan kesejahteraan guru kita tidak diperhatikan secara maksimal," pungkasnya. 

Menurut Fachrul Razi, stabilitas dan keberlanjutan proses pembelajaran di berbagai daerah, terutama di sekolah-sekolah yang mengandalkan kontribusi besar dari guru honorer sebagai pemerataan pendidikan dapat terwujud secara lebih merata di seluruh Indonesia.

Keberadaan tenaga guru honorer yang diangkat sebagai ASN adalah aspirasi yang terus kami perjuangkan sampai tuntas karena bukan hanya membawa manfaat individu bagi guru guru yang telah mengabdikan dirinya demi mendidik generasi masa depan tetapi juga berdampak positif pada sistem pendidikan secara keseluruhan,” tutup Fachrul Razi yang juga mendirikan sekolah SMP dan SMA Islam di daerah Bireuen.(*)