Bireuen – Peunawa.com l Suasana tegang sekaligus meriah menyelimuti Lapangan Sepak Bola Meunasah Blang, Kecamatan Jeunieb, Jumat sore (19/6/2026). Ribuan penonton memadati tribun untuk menyaksikan puncak dari Open Turnamen Sepak Bola Piala Sekjen PAN Bireuen 2026. Di akhir pertandingan yang sengit, Putra Jeunieb 99 FC, akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan ARN FC melalui drama adu penalti.
Pertandingan Penuh Gairah
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil agresif. Putra Jeunieb FC lebih dulu membuka keunggulan lewat gol indah dari Almuzanni. Namun, ARN FC tidak tinggal diam. Mereka bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Sabirin Idi. Skor imbang ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, memaksa kedua tim masuk ke babak penentuan: adu penalti.
Di bawah tekanan ribuan suporter, para eksekutor Putra Jeunieb FC tampil lebih dingin dan tenang. Mereka sukses mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-2 dalam adu penalti, sekaligus membawa pulang trofi bergilir. Sementara itu, ARN FC asal Trapas, Pidie, harus puas menjadi runner-up, meski penampilan impresif mereka sepanjang turnamen tetap mendapat aplaus hangat.
Lebih Dari Sekadar Sepak Bola
Kemenangan ini bukan hanya soal gelar. Bagi Panitia dan Partai Amanat Nasional (PAN) Bireuen, turnamen ini adalah simbol kebangkitan.
Ketua Panitia, Zahidin, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara dari awal hingga akhir. "Terima kasih kepada semua pihak yang menjunjung tinggi sportivitas. Semoga ini menjadi motivasi bagi atlet muda untuk terus berkembang," ujarnya.
Edi Supriyadi, Sekretaris DPD PAN Bireuen sekaligus penggagas turnamen, menambahkan bahwa event ini bertujuan mempererat silaturahmi dan membina talenta sepak bola Aceh, khususnya di Bireuen. "Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami berharap ini melahirkan talenta-talenta terbaik di masa depan," kata Edi.
Strategi "Boss Yudi": Membirukan Bireuen Lewat Olahraga
Di balik kesuksesan turnamen ini, ada strategi politik yang jelas dari Ketua DPD PAN Bireuen, Iswahyudi, S.IP atau yang akrab disapa Boss Yudi. Dengan total hadiah mencapai Rp150 juta, ini tercatat sebagai open turnamen dengan hadiah terbesar di Kabupaten Bireuen.
Menurut Boss Yudi, memilih Kecamatan Jeunieb sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Kawasan ini sempat vakum dari aktivitas sepak bola selama 14 tahun. Kehadiran turnamen ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali gairah olahraga sekaligus memperkuat konsolidasi PAN hingga ke akar rumput.
"Kami ingin mewujudkan cita-cita 'membirukan' Bireuen dengan semangat Abeh Ube Abeh (Habis-Habisan)," tegas Boss Yudi.
Targetnya ambisius namun terukur:
Pemilu 2029: Minimal meraih 6 kursi di DPRK Bireuen dan 1 kursi di DPRA.
Konsolidasi Relawan: Dalam 3 bulan terakhir, PAN Bireuen telah merekrut 1.890 relawan. Target tahun 2027 adalah 5.000 relawan yang tersebar di seluruh desa (minimal 10 relawan per desa).
"PAN pernah berjaya di Bireuen dari tahun 1999 hingga 2014. Kami siap merebut kembali kejayaan itu melalui pendekatan olahraga, sosial, dan kemanusiaan," tambahnya.
Bantuan Nyata untuk Masyarakat
Sebagai bukti komitmen PAN Bireuen terhadap kesejahteraan rakyat, Boss Yudi juga mengumumkan kabar baik lainnya. Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, hanya tiga daerah yang menerima bantuan ambulans dari DPW PAN Aceh, dan Bireuen adalah salah satunya.
"Alhamdulillah, kami menerima satu unit ambulans yang akan dioperasikan secara gratis untuk membantu masyarakat yang membutuhkan rujukan medis. Ini bentuk nyata kehadiran PAN untuk rakyat," tutup Boss Yudi.
Dengan kombinasi prestasi olahraga, konsolidasi politik yang kuat, dan bantuan sosial langsung, Piala Sekjen PAN Bireuen 2026 berhasil meninggalkan kesan mendalam: bahwa sepak bola bisa menjadi jembatan untuk mempersatukan masyarakat dan membangun harapan baru bagi Kabupaten Bireuen. (Samsul )