Peunawa.com l Bireuen – Abdullah resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Plimbang. Terpilihnya Abdullah bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan amanah besar untuk menjaga gampong dari berbagai ancaman kepentingan yang berpotensi merugikan masyarakat desa.
Ketua APDESI Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal, SH, menegaskan bahwa APDESI tidak boleh berubah menjadi organisasi seremonial yang hanya hidup dalam rapat dan administrasi. Menurutnya, APDESI adalah garis pertahanan terakhir gampong ketika berbagai kepentingan mulai masuk dan mencoba mengendalikan arah pembangunan desa.
Bahrul menegaskan bahwa gampong bukan objek proyek, bukan pula ruang kosong yang bisa diperdagangkan melalui proposal dan kepentingan politik. Ia mengingatkan bahwa gampong adalah rumah besar masyarakat yang menyimpan harga diri, sejarah, dan masa depan rakyat desa yang tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan sesaat.
“Tugas aparatur desa bukan hanya membangun jalan dan bangunan. Tugas utama adalah menjaga keadilan dan kepercayaan rakyat. Jika kepercayaan rakyat runtuh, maka runtuh pula fondasi pemerintahan gampong,” tegas Bahrul.
Ia juga mengingatkan bahwa APDESI berada di titik rawan karena harus berhadapan langsung dengan berbagai kepentingan, mulai dari birokrasi pemerintahan, pengusaha, hingga kekuatan politik. Bahrul menegaskan bahwa kelemahan kepemimpinan desa akan membuka ruang bagi gampong dijadikan ladang perebutan kepentingan.
“Jika APDESI lemah, gampong akan dijadikan objek yang diperebutkan. Tapi jika APDESI berdiri tegas, gampong akan menjadi benteng yang tidak mudah dijarah oleh kepentingan yang mengatasnamakan pembangunan,” ujarnya.
Bahrul Fazal juga mengingatkan bahwa kerja sama lintas sektor harus dibangun secara sehat dan bermartabat. Ia menegaskan bahwa koordinasi tidak boleh berubah menjadi konspirasi, dan kerja sama tidak boleh menjadi pintu masuk praktik yang merugikan masyarakat desa.
Menurutnya, APDESI harus berani menolak kebijakan yang berpotensi merusak kepentingan gampong, sekaligus menjadi suara rakyat yang jujur dan tegas. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan desa tidak boleh tunduk pada tekanan kepentingan tertentu yang dapat mengorbankan masa depan masyarakat.
“Sekali aparatur desa lalai, yang runtuh bukan hanya kantor pemerintahan, tetapi masa depan generasi gampong. Karena itu APDESI harus menjadi penjaga kehormatan desa, bukan menjadi perpanjangan tangan kepentingan,” tegas Bahrul.
Ia berharap kepemimpinan Abdullah mampu memperkuat solidaritas antar aparatur desa serta membangun keberanian moral dalam menjaga kedaulatan gampong. Bahrul menutup pesannya dengan menegaskan bahwa gampong merupakan jantung negeri yang harus dijaga bersama.
“Gampong bukan wilayah yang bisa digambar ulang oleh kepentingan. Gampong adalah jantung negeri. Jika denyutnya melemah, maka negeri ini ikut kehilangan arah,” pungkasnya.
Dengan terpilihnya Abdullah sebagai Ketua APDESI Kecamatan Plimbang, masyarakat menaruh harapan agar organisasi tersebut benar-benar menjadi benteng perlindungan rakyat serta pengawal utama kehormatan dan masa depan gampong.(*)