Peunawa.com |Bireuen - RSUD dr. Fauziah Bireuen resmi memasuki babak baru tata kelola. Rumah sakit plat merah kebanggaan Bireuen ini menggelar serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru, Senin (29/06/2026) dipimpin langsung oleh Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.S. di aula RSUD setempat.
Pejabat baru yang disertijab merupakan pejabat yang baru saja dilantik oleh Bupati Bireuen Ir. Mukhlis, ST pada tanggal 26 Juni 2026.
Struktur manajemen baru RSUD dr. Fauziah Bireuen tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Bireuen Nomor 40 tahun 2024 tentang Perubahan SOTK RSUD dr. Fauziah Bireuen dari 2 (dua) Wadir menjadi 3 (tiga) Wadir.
Adapun struktur manajemen baru RSUD dr. Fauziah Bireuen adalah sebagai berikut :
Wakil Direktur Umum Administrasi dan Keuangan : Raihan Julisaputri, S.Si.apt, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan : dr. Muhammad Adi, Sp.Rad, Wakil Direktur Penunjang : Mirzal, S.Kep.,M.K.M.
Kabag Umum dan Kepegawaian : Zulkarnain, S.K.M, Kabag Perencanaan : Afdhal Zikri, S.K.M, MARS, Kabag Keuangan : Ina Damayanti, S.K.M, M.M, Kabid Pelayanan Medis : dr. Riza Fahmi, M.K.M.
Kabid Pelayanan Keperawatan : Ns. Nurhidayat, S.Kep.M.Kep, Kabid Mutu Pelayanan : Ns. Cut Maria Veriana, S.Kep. M.Kep, Kabid Penunjang Medis : apt. Muzakir, S.Farm, Kabid Penunjang Non Medis : Ns. Muhammad Hidayat, S.Kep.M.Kep dan Kabid SDM, Pendidikan dan Informasi Kesehatan : Ti Aminah, S.Kep. S.K.M.
Pada kesempatan tersebut, kepada pejabat lama Direktur atas nama RSUD dr. Fauziah Bireuen mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan karya yang telah diberikan selama ini.
Kepada Pejabat Baru, selamat bertugas. Amanah ini berat, tapi direktur percaya pejabat baru adalah orang-orang terbaik yang dipilih oleh Bapak Bupati untuk membawa RSUD dr. Fauziah Bireuen lebih baik.
Momen sertijab ini diharapkan sebagai momentum "Start Baru". Dengan struktur baru, semangat baru, dan target yang sama: pelayanan prima RSUD dr. Fauziah Bireuen dan Menjadi Rujukan Utama di Bireuen, bahkan di Aceh. (*)
