LHOKSUKON — Anggota DPRK Aceh Utara sekaligus Dewan Penasehat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Lhoksukon, Tgk. T. Syeh Zubaili, S.Sos.I., mengapresiasi pengukuhan Pengurus LPTQ Kecamatan Lhoksukon Masa Bakti 2026–2031. Ia berharap kepengurusan baru tersebut mampu memperkuat pembinaan generasi Qur’ani dan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Syeh Zubaili usai pengukuhan Pengurus LPTQ Kecamatan Lhoksukon di Aula Kantor Camat Lhoksukon, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, penguatan kelembagaan LPTQ harus diiringi dengan pembinaan yang serius, terarah, dan berkelanjutan. Hal itu penting agar LPTQ tidak hanya mampu melahirkan generasi Qur’ani, tetapi juga meningkatkan prestasi Kecamatan Lhoksukon pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Aceh Utara.
Ia menilai target Lhoksukon untuk menembus tiga besar hingga meraih juara umum merupakan tekad yang positif. Namun, target tersebut harus dibarengi dengan kekompakan antara pengurus, pembina, pelatih, peserta, serta dukungan dari berbagai pihak.
Syeh Zubaili juga mengapresiasi komitmen LPTQ Kecamatan Lhoksukon yang menjadikan lembaga tersebut sebagai wadah untuk menemukan, merekrut, serta membina generasi muda yang memiliki potensi di bidang Al-Qur’an.
Dikenal sebagai sosok dermawan yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di Aceh Utara, Syeh Zubaili berharap LPTQ Kecamatan Lhoksukon semakin memperkuat perannya dalam melahirkan generasi Qur’ani sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Syeh Zubaili yang juga aktif sebagai dewan hakim pada ajang MTQ mengajak masyarakat agar tidak menjadikan Al-Qur’an sebatas bacaan atau materi perlombaan, melainkan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita semua memuliakan Al-Qur’an. Karena siapa saja yang memuliakan Al-Qur’an, insyaallah akan dimuliakan oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat,” ajaknya.
Menurutnya, Aceh sejak dahulu dikenal memiliki tradisi keislaman yang kuat. Karena itu, budaya memuliakan Al-Qur’an harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda.
“Al-Qur’an adalah sumber petunjuk dan pedoman hidup. Bukan hanya untuk dibaca dan diperlombakan, tetapi harus kita jadikan pedoman dalam kehidupan. Tradisi memuliakan Al-Qur’an di Aceh harus terus kita hidupkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Camat Lhoksukon, Kamaruddin KS, S.STP., MAP dalam sambutan mengatakan LPTQ harus aktif sebagai wadah pembinaan dan syiar Al-Qur’an, khususnya dalam menemukan serta membimbing generasi muda yang memiliki potensi.
“LPTQ ini menjadi wadah bagi semua generasi yang memiliki potensi untuk direkrut dan dibimbing. Apalagi kita merupakan kecamatan besar yang memiliki 75 desa. Semakin banyak yang terlibat, semakin banyak pula generasi berbakat yang dapat kita temukan,” katanya.
Kamaruddin menyebutkan, persiapan peserta akan segera dilakukan mengingat MTQ Kabupaten Aceh Utara dijadwalkan berlangsung pada November 2026, jika tidak terjadi perubahan jadwal.
Ketua LPTQ Kecamatan Lhoksukon, Tgk. Isfantri Haris, A.Ma., mengajak seluruh pengurus menjaga kekompakan dan kesungguhan dalam menjalankan amanah pembinaan.
“Menjaga kekompakan merupakan hal penting. Tugas kita adalah mengajar dan membina anak-anak. Kebersamaan juga harus dijaga agar kerukunan dalam keluarga dan masyarakat tetap terpelihara,” ujarnya.
Ia mengatakan, pada MTQ sebelumnya Kecamatan Lhoksukon berhasil masuk lima besar. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi kepengurusan baru untuk meningkatkan prestasi pada pelaksanaan MTQ mendatang.
“MTQ yang lalu Lhoksukon berada di lima besar. Target kita adalah tiga besar, dan kalau bisa kita berusaha menjadi juara umum,” tegasnya.
Sementara itu, Abon H. Mandawali yang akrab disapa Abon Trieng Pantang turut memberikan dorongan kepada LPTQ Lhoksukon agar berani memasang target juara pertama. Menurutnya, Lhoksukon sebagai ibu kota Kabupaten Aceh Utara harus memiliki tekad untuk meraih prestasi terbaik.
“Bagaimana caranya Lhoksukon, karena merupakan ibu kota Aceh Utara, harus juara satu. Kita iringi dengan usaha dan doa,” pesannya.
Ia mengibaratkan kekompakan pengurus seperti sapu lidi yang akan memiliki kekuatan apabila seluruh unsur bersatu dalam satu tujuan.
“Kita harus menjadi seperti sapu lidi. Kalau kita bersatu dan kompak, insyaallah akan menjadi kuat,” ujarnya.
Kegiatan pengukuhan turut dihadiri unsur Muspika Lhoksukon, Ketua Tadzkiratul Ummah Aceh Abu H. Nurdin Usman, Waled Basri, tokoh masyarakat Zulkarnaini, M.Pd., H. Muhammad Nasir, para mukim, Dewan Pembina dan Penasehat, pengurus LPTQ, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Abu H. Nurdin Usman, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, LPTQ Kecamatan Lhoksukon diharapkan mampu memperkuat pembinaan generasi Qur’ani, menjaring lebih banyak talenta potensial, serta membawa Lhoksukon meraih prestasi terbaik pada MTQ Kabupaten Aceh Utara. (Murhaban)