Mahasiswa KKN Kelompok 10 Perkenalkan kembali kreasi tangan yang hampir terlupakan


-->

Iklan Utama

Mahasiswa KKN Kelompok 10 Perkenalkan kembali kreasi tangan yang hampir terlupakan

_Pimred
Selasa, 06 Juli 2021

Peunawa.com | LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh melakukan program-program inovatif, Salah satunya kreasi janur di lokasi KKN MK kelompok 10 di Gampong Paloh Batee Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe,Senin (05/07/2021).

Kreasi janur merupakan tradisi yang kini hampir tidak di kenal lagi di kalangan masyarakat dan salah satunya "Bleud", sebagian besar masyarakat tidak mengenal dan tidak mengetahui cara membuatnya kembali.

Ketua Kelompok Samsul Rijal, mengatakan bahwa banyak potensi yang  didapatkan untuk menghasilkan uang dari pohon seribu manfaat yaitu pohon kelapa. 

"Dari pohon tersebut kita dapat membuat kerajinan tangan, mulai dari daunnya dapat dijadikan sebagai Kederai (bleud) janur, keranjang tauge, topi kdan batangnya bisa untuk bangunan dan air kkelapa  bisa kita gunakan untuk membuat pupuk mikro organik (Mol)",tutur Samsul Rizal.

Menurutnya, pengenalan kembali Kederai/Bleud  merupakan salah satu tradisi nenek moyang suku adat Aceh yang mulai hilang karena canggihnya teknologi masa kini, kemungkinan besar masyarakat tidak mengenal apa itu bleud. " Ujarnya.

Lebih lanjut Samsul mengajak masyarakat untuk mengenal kembali tradisi nenek moyang Aceh tentang mengolah daun kelapa supaya dapat menghasilkan uang, seperti membuat janur, keranjang tauge, topi,  bleud (kederai) dan juga reungkan (alas kuali).

 Sementara Raju Munir, salah satu anggota KKN MK kelompok 10, menambahkan, "Bleud tidak hanya sekadar sebuah kerajinan tangan, namun _Bleud_ juga dapat dijadikan salah satu mata pencaharian dan penunjang ekonomi bagi  warga Gampong Paloh Batee, sehingga Bleud perlu dipasarkan secara luas untuk membantu perekonomian warga. Dengan adanya pemasaran secara luas, warga juga berharap agar Bleud dapat terus berkembang dan dikenal oleh kalangan muda-mudi dan generasi ke depannya.

"Padahal, di era teknologi digital, ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 saat ini, pemasaran berbagai produk dilakukan secara online, saya rasa tidak terlalu susah untuk mencari konsumen hanya dengan mengunggah foto di media sosial",tuturnya.

Tambahnya, kami akan membantu membuat website untuk membantu pemasaran, apalagi di masa pandemi untuk mencari rezeki agak susah, muda mudah apapun yang kita lakukan saat ini dapat membantu perekonomian masyarakat.

Meski  melakukan aktifitas KKN di desa-desa dalam situasi Covid 19, mahasiswa tetap menerapkan protokol kesehatan.

Situasi ini, tidak mengurangi inovasi dan kreatifitas mahasiswa dalam melakukan program-program KKN yang solutif bagi masyarakat desa. (NN)