Bakesbangpol Bireuen dan Aceh Gelar Forum Dialog Interaktif


Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Bakesbangpol Bireuen dan Aceh Gelar Forum Dialog Interaktif

01/06/22



Peunawa.com | Bireuen - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bireuen dan Provinsi Aceh menyelenggarakan forum dialog interaktif antara Pemerintah dengan Masyarakat dan Partai Politik pada Selasa (31/05/2022) diaula Bappeda Pemkab Bireuen.

Kegiatan tersebut juga untuk mengantisipasi akan persoalan-persoalan pada Pemilu dan Pilkada serentak Tahun 2024 mendatang.
 
Dalam kegiatan itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Aceh, Drs Arsyi M Yusuf M.Si mengharapkan melalui kegiatan itu akan bisa menggali informasi serta mengakomodir saran dan ide dari peserta terkait perkembangan perpolitikan di Kabupaten Bireuen.

"Forum Dialog Pemerintah dengan Masyarakat dan Partai Politik ini kita lakukan guna dapat menggali informasi, saran dan ide dari peserta terkait perkembangan perpolitikan kabupaten Bireuen," ujar Arsyi.

Hal dimaksud merupakan suatu upaya preventif Pemerintah untuk mengambil langkah-langkah apa saja yang harus diimplementasikan didalam masyarakat guna menghindari hal negatif seperti "godaan" Mony politic.

Sementara Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bireuen, Dr Mukhtaruddin SH MH menaruh harap kepada partai politik serta peran media untuk bersama-sama memberikan pencerahan dan pencerdasan baik pada kader-kader maupun pada masyarakat untuk menghindari money politik.

"Kita juga berharap kepada pengurus partai dan rekan-rekan wartawan khususnya di Kabupaten Bireuen untuk berkenan memberikan pencerahan dan pencerdasan baik pada kader-kader maupun pada masyarakat umum untuk menghindari terjadinya money politik dalam memberikan hak suaranya," pintanya.

Pria yang kerap disapa Mandes Daka di Bireuen itu juga menyebutkan didalam dialog, pihaknya menjaring permasalah, yang salah satunya seperti keseimbangan bagi Caleg perempuan dalam perjuangan mereka menghadapi pemilu 2024 demi meraih kursi di Parlemen kelak.

Terdeteksi, salah satu problemanya yaitu seperti caleg perempuan yang bisa dikatakan "minim" kemampuan secara finansial nya dibandingkan dengan caleg laki-laki.

Menurut Dosen Fakultas Hukum dan Syariah UNIKI tersebut, para caleg perempuan harus tetap optimis melangkah untuk mewujudkan cita-cita luhurnya mewakili masyarakat di Dapil masing-masing. 

Kegiatan yang mengusung tema "Sukses Pemilu dan Pilkada serentak Tahun 2024 ditengah Pandemi Covid-19" tersebut diikuti para peserta dari komponen tokoh masyarakat, pemuda, Akademisi dan pengurus partai politik di Bireuen.(*)