Begini Respons Kabag Humas Pemkab Aceh Utara Soal Bendungan Krueng Pase


Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Begini Respons Kabag Humas Pemkab Aceh Utara Soal Bendungan Krueng Pase

05/09/22

Peunawa.com
Lhoksukon - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Kabag Humas Setdakab Aceh Utara Hamdani, M.Sos, memberikan penjelasan terkait pemberitaan keluhan warga akibat bendungan Krueng Pase tak kunjung selesai yang dimuat di salah satu media online yang beredar baru baru ini.

Dimana pemberitaan tersebut yakni dengan judul "Petani 9 Kecamatan Tidak Bisa Turun Sawah, Pemkab Aceh Utara Santai Saja".

Menanggapi hal itu, kepada media ini Senin (05/08), Kabag Humas Setdakab Aceh Utara, Hamdani menjelaskan bahwa sejak runtuhnya bendungan Krueng Pase tersebut, jajaran Pemerintah  terus bekerja sesuai tupoksi. 

Mulai dari Geusyik Gampong di Kecamatan Nibong dan Meurah Mulia ditambah dengan Imum Mukim membuat laporan ke para Camat masing-masing ke satu tingkat, yakni Camat dan Forum Geusyik.

"Sejak itu Pemkab Aceh Utara merespon bersama lintas sektoral melanjutkan ke Kementerian terkait, PUPR dari usulan Pemkab, maka turunlah Wamen PUPR  yang disambut Bupati dan para Kepala SKPK," ungkap Hamdani. 

Katanya, Hasilnya direspon rehab dan Ploting aggaran tahun 2021 sejumlah Rp 56 M. 

"Setelah ditender yang menjadi pemenang PT Rudi Jaya Jawa Timur dengan nilai RP 44,800 M, mereka mulai bekerja November 2021 dikarenakan pada bulan November dan Desember 2021 sering banjir, maka progresnya pun terkendala," jelasnya. 

Lebih lanjut, Hamdani mengatakan, bahwa pada Januari sampai Februari saat itu wilayah Aceh Utara juga dilanda banjir, bahkan sempat ditetapkan bencana daerah tanggap darurat. 

Lanjutnya, Pemkab Aceh Utara melalui Wakil Bupati Aceh Utara ada dua kali tinjau lapangan dan berdialog secara langsung dengan pelaksana proyek dan konsultan agar diburu pekerjaannya dan ikut memikirkan supaya air bisa disuplay ke saluran pembawa, yakni sayap kiri dan kanan untuk 9 Kecamatan. 

"Pada akhir Juli Pj Bupati Azwardi juga sudah turun kelapangan, juga meminta perusahaan merealisasi janjinya dengan masyarakat agar bisa turun kesawah pada musim tanam ini," ujar Hamdani yang juga mantan wartawan senior dimedia nasional itu. 

Inilah riwayat bendungan Krueng Pase, hari ini dilapangan terus meningkatkan progres seperti coran dasar bendungan dengan ketebalan 3 meter, dan pondasi-pondasi bendungan. 

"Kita do'akan semoga tidak sering banjir di kawasan bendungan Krueng Pase, sehingga pihak pelaksana akan cepat dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak," tutupnya. (Murhaban)