Mentri PU dan HRD Tinjau Sejumlah Jembatan di Bireuen

Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Mentri PU dan HRD Tinjau Sejumlah Jembatan di Bireuen

1/22/2026


Peunawa.com l Bireuen - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu (21/1/2026). Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabanjir besar yang melanda Aceh pada akhir November 2025.


Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang merupakan infrastruktur vital di jalur lintas nasional Medan–Banda Aceh yang mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir dan derasnya arus sungai. Kerusakan tersebut sempat memutus arus transportasi dan berdampak langsung pada aktivitas sosial serta perekonomian masyarakat.


Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri PU didampingi Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud (HRD). Groundbreaking ditandai dengan pemasangan tiang pancang jembatan sebagai simbol dimulainya pembangunan jembatan permanen.


Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang dikerjakan oleh perusahaan BUMN PT Adhi Karya yang berkolaborasi dengan kontraktor lokal PT Krueng Meuh. Jembatan ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas antarwilayah serta mendukung kelancaran arus logistik di jalur utama Sumatera.


Usai prosesi peletakan tiang pancang, Dody Hanggodo bersama HRD mengikuti konferensi video di bawah tenda utama lokasi jembatan. Dalam kesempatan itu, Menteri PU mendengarkan laporan perkembangan pembangunan 20 unit jembatan permanen di berbagai kabupaten/kota di Aceh yang sebelumnya rusak atau terputus akibat banjir dan tanah longsor.


Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (tengah) bersama Anggota Komisi V DPR RI H. Ruslan M. Daud serta jajaran Kementerian PU berfoto di lokasi pembangunan permanen Jembatan Krueng Tingkeum Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh, Rabu (21/1/2026). Pembangunan jembatan strategis di jalur lintas nasional Medan–Banda Aceh tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur pascabanjir besar akhir 2025.


Menteri PU menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian pembangunan, khususnya jembatan yang berada di jalur lintas nasional. Ia meminta jajaran Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, serta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.


“Perkiraan pengerjaan memang delapan bulan, tetapi pembangunan jembatan permanen Kuta Blang ini harus dipercepat karena fungsinya sangat strategis sebagai jalur nasional,” ujar Dody.


Dalam kegiatan tersebut, Menteri PU turut didampingi Direktur Pembangunan Jembatan Ditjen Bina Marga Rakhman Taufik, S.T., Direktur Preservasi Jalan Wilayah I Hendro Satrio, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Heri Yugiantoro, Sekretaris Ditjen Prasarana Strategis Essy Asiah, M.T., Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida, S.T., M.T., Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Maulidya Indah Junica, serta Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU Dr. Dwi Purwantoro, S.T., M.T.


Selain pembangunan jembatan, Kementerian PU juga akan melakukan penanganan kerusakan alur sungai, jalan, dan berbagai fasilitas publik lain yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh. Di Kabupaten Bireuen, pemerintah merencanakan pembangunan kembali sejumlah jembatan lain, di antaranya Jembatan Teupin Mane dan Jembatan Pante Lhong.


“Fokus utama saat ini adalah jembatan yang berada di jalur lintas nasional. Setelah itu, pembangunan jembatan lain yang rusak akibat bencana akan dilanjutkan,” kata Dody.


Menteri PU tiba di Bireuen melalui perjalanan darat dari Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, dan tiba di lokasi Jembatan Kuta Blang sekitar pukul 12.00 WIB. Setibanya di lokasi, Dody Hanggodo mengikuti prosesi adat Aceh peusijuek atau tepung tawar oleh tokoh agama setempat.


Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menteri PU juga menerima paparan progres penanganan infrastruktur dari sektor Sumber Daya Air, Bina Marga, hingga pembangunan jembatan dan jalan. Sebelum meninggalkan lokasi, Dody menyantuni anak yatim dari gampong sekitar Jembatan Kuta Blang.


Usai makan siang, rombongan Menteri PU melanjutkan peninjauan ke Jembatan Teupin Mane dan Bendung Pante Lhong di Kecamatan Juli. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan rumah warga yang rusak maupun hilang akibat banjir bandang, termasuk warga di kawasan pedalaman yang masih terisolasi dan tinggal di pengungsian.(*)