Anggaran atau dana yang digunakan untuk pembangunan Rumah Hunian Tetap kepada korban bencana banjir Bireuen merupakan berasal dari Dana BNPB Pusat, Berkerjasama dengan pihak lain yang terkait,.
Kebijakan tersebut terungkap dalam rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Bupati Bireuen, Selasa (6/1/2026), yang dihadiri langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, menjelaskan bahwa keputusan untuk langsung membangun Huntap merupakan hasil dari penyerapan aspirasi masyarakat di berbagai titik terdampak banjir, mulai dari Gampong Kubu hingga kawasan Peusangan Siblah Krueng.
Menurutnya, masyarakat secara tegas menyampaikan keinginan agar pemerintah membangun hunian permanen yang dapat mereka tempati dalam jangka panjang.
“Masyarakat menyampaikan langsung kepada kami bahwa mereka menginginkan hunian tetap. Mereka menilai Huntara bersifat sementara dan berpotensi membuat mereka harus berpindah-pindah lagi di kemudian hari,” ujar Doli Mardian.
Sebagai bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah daerah, Pemkab Bireuen akan segera memulai pembangunan rumah contoh Huntap. Peletakan batu pertama dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/1/2026) di Gampong Balee Panah, yang ditetapkan sebagai lokasi perdana pembangunan.
“Besok Bapak Bupati Bireuen bersama perwakilan BNPB Pusat dan pihak vendor akan melakukan peletakan batu pertama. Ini menjadi penanda bahwa pembangunan fisik benar-benar dimulai, bukan sekadar perencanaan,” tegas Doli.
Kebijakan tersebut terungkap dalam rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Bupati Bireuen, Selasa (6/1/2026), yang dihadiri langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Doli Mardian, menjelaskan bahwa keputusan untuk langsung membangun Huntap merupakan hasil dari penyerapan aspirasi masyarakat di berbagai titik terdampak banjir, mulai dari Gampong Kubu hingga kawasan Peusangan Siblah Krueng.
Menurutnya, masyarakat secara tegas menyampaikan keinginan agar pemerintah membangun hunian permanen yang dapat mereka tempati dalam jangka panjang.
“Masyarakat menyampaikan langsung kepada kami bahwa mereka menginginkan hunian tetap. Mereka menilai Huntara bersifat sementara dan berpotensi membuat mereka harus berpindah-pindah lagi di kemudian hari,” ujar Doli Mardian.
Sebagai bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah daerah, Pemkab Bireuen akan segera memulai pembangunan rumah contoh Huntap. Peletakan batu pertama dijadwalkan berlangsung pada Rabu (7/1/2026) di Gampong Balee Panah, yang ditetapkan sebagai lokasi perdana pembangunan.
“Besok Bapak Bupati Bireuen bersama perwakilan BNPB Pusat dan pihak vendor akan melakukan peletakan batu pertama. Ini menjadi penanda bahwa pembangunan fisik benar-benar dimulai, bukan sekadar perencanaan,” tegas Doli.