Upaya Melemahkan Zulfadli Disorot, APDESI: Jaga Marwah DPRA!

Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Upaya Melemahkan Zulfadli Disorot, APDESI: Jaga Marwah DPRA!

3/27/2026

BIREUEN — Peunawa.com l Dinamika politik yang tengah menimpa Ketua DPR Aceh, Zulfadli atau yang dikenal dengan sapaan ABG Samalanga, terus menjadi sorotan publik. Berbagai isu dan manuver politik yang berkembang dinilai tidak hanya menyasar individu, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas lembaga legislatif di Aceh.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPC APDESI Kabupaten Bireuen, Keuchik Khairi, angkat bicara. Ia menilai bahwa upaya-upaya yang mengarah pada pelemahan Ketua DPR Aceh harus disikapi secara serius, karena dapat berdampak pada marwah lembaga DPRA.


“Upaya melemahkan Zulfadli tidak bisa dipandang sebagai persoalan pribadi semata. Ini menyangkut kehormatan dan wibawa lembaga DPR Aceh yang merupakan representasi rakyat,” ujar Keuchik Khairi.


Ia juga menyoroti adanya pihak-pihak yang diduga ingin menggantikan posisi Zulfadli sebagai Ketua DPRA. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan dinamika politik yang tidak sehat.


“Kalau ada upaya untuk menggantikan posisi Ketua DPRA di tengah situasi seperti ini, itu jelas politik kekanak-kanakan. Tidak mencerminkan kedewasaan dalam berpolitik,” tegasnya.


Menurut Keuchik Khairi, perbedaan pandangan dalam dunia politik merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari. Namun, ia mengingatkan agar dinamika tersebut tidak berkembang menjadi upaya yang justru merusak kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.


“Kritik itu sah, berbeda pendapat itu biasa. Tapi jangan sampai mengarah pada upaya menjatuhkan atau melemahkan posisi ketua, karena itu bisa mencederai marwah DPRA,” lanjutnya.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik di Aceh, mengingat daerah ini memiliki kekhususan dalam sistem pemerintahan yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen.


“DPRA adalah simbol aspirasi rakyat Aceh. Semua pihak harus menahan diri dan mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok atau golongan tertentu,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Partai Aceh pusat, Mualem, juga sebelumnya menegaskan bahwa hingga tahun 2029 tidak akan ada pergantian Ketua DPR Aceh. Pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas kepemimpinan di tubuh legislatif Aceh.


Keuchik Khairi berharap polemik yang berkembang saat ini dapat diselesaikan secara bijak dan elegan, tanpa menimbulkan kegaduhan yang berkepanjangan.


“Kita ingin lembaga ini tetap kuat, dihormati, dan fokus bekerja untuk rakyat. Jangan sampai energi habis hanya untuk konflik internal,” pungkasnya.
Dengan situasi yang terus berkembang, berbagai pihak diharapkan dapat menjaga kondusivitas serta menghormati proses politik yang berjalan, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPR Aceh.