Bantu Pemenuhan Stok, ABMA dan GPPM Gelar Aksi Donor Darah di Alun Alun Kota Juang

Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Bantu Pemenuhan Stok, ABMA dan GPPM Gelar Aksi Donor Darah di Alun Alun Kota Juang

4/09/2026


Peunawa.com | ‎Bireuen — Upaya membantu pemenuhan stok darah di Kabupaten Bireuen terus dilakukan, kali ini Aliansi Bumi Mulia Aceh (ABMA) bersama Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) menggelar aksi donor darah di Alun-alun Kota Juang, Kamis (9/4/2026).

Pada kegiatan transfusi darah tersebut, ABMA dan GPPM bekerjasama dengan UTD RSUD dr. Fauziah Bireuen berhasil mengumpulkan 52 kantong darah.
‎Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian sosial di tengah masih terbatasnya ketersediaan darah di rumah sakit.
‎Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.S., melalui petugas Unit Transfusi Darah (UTD), Wardati, S.K.M., M.K.M., menegaskan bahwa kebutuhan darah di Bireuen masih belum sepenuhnya terpenuhi setiap bulan.
‎“Setiap bulan kita masih kekurangan darah. Padahal, jika sekitar dua persen saja dari jumlah penduduk rutin mendonorkan darah, maka kebutuhan darah dapat terpenuhi,” ujar Wardati.
‎Ia menekankan pentingnya menjadikan donor darah sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan insidental. Selain membantu pasien yang membutuhkan, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.
‎Menurutnya, kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan agar ketersediaan darah tetap stabil, tidak hanya saat kondisi darurat.
‎“Donor darah harus menjadi budaya. Jangan menunggu stok menipis baru panik. Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa,” katanya.
‎Wardati menambahkan, upaya meningkatkan stok darah tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan sesaat, melainkan membutuhkan gerakan berkelanjutan agar donor darah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.
‎Sementara itu, Ketua ABMA Bireuen, Saiful Bahri, menyampaikan apresiasi kepada para pendonor dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
‎“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan suvenir berupa cobek dan ulekan—yang dalam bahasa Aceh dikenal sebagai caprok dan lagoen—kepada pendonor ,” ujarnya.
‎Partisipasi masyarakat juga terlihat dari kehadiran para pendonor, di antaranya Junaidi (50) yang telah dua kali mendonor, Agusti Randa (42) lima kali donor, Syukri (53) lima kali donor, serta Halimah (25) yang telah sepuluh kali mendonorkan darahnya. (Arif)