Bireuen - Penawa.com l Sentra produksi garam yang bersih dan Higenis yang nemiliki nilai jual tinggi, semoga Sentral produksi Garam, seperti ini bisa menjadi Ikon Kabupaten, kata wakil Bupati Bireuen Ir Lazuardi MT, yang didampingi ketua Bappeda Dailami, S.Hut., M.Ling, dan Ir. M. Jafar, M.M,kadis pangan,kelautan dan perikanan juga didampingi Stafnya ahli dibidang garam SITI Fatimah, saat berkunjung ke Rumah Sentral rumah Produksi garam di gampong Kuta Trieng Kecamatan Pelimbang Kabupaten Bireuen, pada Selasa (21/7/26).
Kedatangan rombongan wakil Bupati di sambut oleh M Nasir pemilik Nasrida Garam, rumah Produksi Garam. Dalam keterangannya kepada awak media, wakil Bupati Ir Lazuardi mengatakan, sangat bagus kalau ada pengusaha lokal yang juga putra daerah Bireuen mau membuka usaha seperti ini, kegiatan ini bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar desa ini, sehingga perputaran ekonomi bisa terus meningkat di gampong ini,"jelasnya.
Lanjutnya rumah Produksi garam ini bisa menjadi ikon daerah Bireuen, semoga rumah Produksi garam seperti ini bisa di ikuti oleh kecamatan yang lain dalam kabupaten Bireuen, pemerintah akan mendukung penuh terhadap pengusaha pengusaha lokal yang mau membuka lapangan kerja, sesuai dengan program bupati kita dalam mengentaskan kemiskinan dalam Kabupaten Bireuen, "Mari kita Wujudkan Garam Rakyat Yang Berkualitas, Bersih Dan Memiliki Nilai Jual Tinggi, "sebutnya.
Ir. M. Jafar, M.M, kadis pangan,kelautan dan perikanan, ketika di tanya, mengatakan rumah Produksi garam, Nasrida Garam adalah binaan Dinas, dalam hal ini kami dari terus mengaungkan kepada seluruh masyarakat bireuen khususnya yang tinggal di pesisir pantai mau berwira usaha, seperti yang di lakukan oleh pak Nasir. Karena laut kita ini banyak potensi yang dapat di gali dan dikembangkan menjadi usaha -usaha, yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran "sebutnya.
Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pangan,Kelautan dan Perikanan, terus mendukung semua rumah produksi garam yang dibeberapa Kecamatan dalam Kabupaten bireuen. Dinas terus berupa membantu masyarakat mengusulkan beberapa program kementerian dan DKP Aceh, Alhamdulillah pada Tahun ini kita mendapatkan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, sebesar 2,9 Milyar.
Selanjutnya kita juga mendapat dukungan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan ( KKP) dibantu 60 dapur perebusan garam dalam kabupaten Bireuen, fokunya kekecewaan Jeunieb, Pelimbang dan jangka, "ungkapnya.
Lebih lanjut diutarakan dalam tahun ini dikecamatan Pelimbang juga dari KKP akan dibantu pembangunan BRS adalah program bantuan rehabilitasi bidang pergaraman oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sebut Brine Refinery System ( BRS), yaitu merupakan fasilitas atau unit sistem penyulingan/pemurnian air tua (air sisa / brine) dari pengolahan garam. Mesin yang digunakan untuk menyuling atau mengubah air laut (air asin) menjadi air tawar secara umum dinamakan mesin Desalinasi dengan teknologi SWRO (Sea Water Reverse Osmosis), dengan adanya BRS ini diharapkan produksi garam tetap jalan tidak lagi terpengaruh dengan iklim dan cuaca. "ungkapnya.
Sementara itu M Nasir pemilik rumah Produksi garam Nasrida, menjelaskan, usaha ini di mulai sejak 2019, dengan membuat tiga kolam penampungan air laut, dari sejak itu alhamdulilah hari kita telah memiliki 15 tanam ( kolam). Untuk prosesnya air laut yang di ambil secara langsung mengunakan mesin pompa, ditampung pada kolam Pertama diendapkan selama 15 hari dengan sistem silih berganti, setiap kolam langsung terpapar dengan Matahari, setelah itu isi kolam I dipindahkan ke kolam yang II, juga di endapan selama 15 hari, kemudian dipindahkan pada ke kolam ke III juga di endapan selama 15 hari, setelah 15 hari prosesnya langsung bisa di Panen, menjadi bibit garam. Ada dua cara untuk memproses menjadi garam yang pertama dengan direbus dan digiling mengunakan mesin, kalau perebusan selama 2/3 jam, setiap proses perebusan menghasilkan 50 kg, kita memiliki beberapa tungku perebusan, sekali perebusan bisa menghasilkan 80 kg garam murni siap dikonsumsi dan juga siap di pasaran ke beberapa kecamatan dalam kabupeten bireuen sesuai dengan ukuran pesanan, omset yang hasil sebulan Rp 48 juta, dan laba bersih setelah dipotong biaya produksi sebesar Rp 45/ bulannya" jelas M Nasir.
Wakil Bupati dan rombongan dirumah produksi garam berkeliling melihat secara langsung, dari pengambilan air laut sampai ke proses perebusan bibit garam sampai menjadi garam murni yang lembut dan bersih seperti butiran kristal, sampai ke proses kemasan dan siap di pasarkan. Di rumah Produksi garam Nasrida yang pemiliknya warga desa setempat, membuktikan bahwa pengusaha Daerah mau bangkit seperti Bapak M Nasir ini bercita - cita akan membawa masyarakat daerahnya bisa memiliki usaha sepertinya, agar bisa keluar dari jeratan kemiskinan, mampu menciptakan lapangan kerja dalam lintas genarasi . (samsul)