Jejak Langkah Kemanusiaan, Edi Saputra Kembali Pimpin PMI Bireuen

Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Jejak Langkah Kemanusiaan, Edi Saputra Kembali Pimpin PMI Bireuen

7/23/2026



Bireuen — Kepemimpinan yang kokoh dan dilandasi ketulusan pengabdian kembali mendapat tempat di hati masyarakat. Dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Palang Merah Indonesia (PMI) Bireuen yang digelar pada Rabu (22/07/2026), Edi Saputra, S.H., M.M. secara resmi dan aklamasi kembali dipercaya untuk memegang nakhoda kepemimpinan PMI Kabupaten Bireuen selama tiga periode berturut-turut.

Capaian kepemimpinan tiga periode ini seolah menapaki jejak pengabdian Tokoh Kemanusiaan Nasional sekaligus Ketua Umum PMI Pusat, Dr. (H.C.) M. Jusuf Kalla, yang juga konsisten memegang amanah memimpin PMI selama tiga periode. Sebuah rekam jejak yang menegaskan konsistensi dan dedikasi tanpa batas di jalur kemanusiaan.

Di bawah arahannya selama ini, PMI Bireuen bertransformasi lebih dari sekadar organisasi pengelola donor darah dan penanganan bencana. PMI Bireuen kini berdiri kokoh sebagai rumah perlindungan serta pilar ketahanan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya pada saat-saat krusial.

Menanggapi amanah besar tersebut, Edi Saputra mengungkapkan rasa haru sekaligus kerendahan hatinya. Bagi seorang pengabdi kemanusiaan, kepercayaan ini dipandang bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan panggilan jiwa yang sarat tanggung jawab.

"Kembali dipercaya memimpin PMI Kabupaten Bireuen untuk periode ketiga bukanlah sebuah kemenangan atau pencapaian pribadi. Ini adalah amanah yang teramat berat sekaligus mulia," tutur Edi Saputra, S.H., M.M. dengan penuh penghayatan.

Ia menambahkan, keteladanan yang ditunjukkan oleh Bapak Jusuf Kalla di tingkat nasional menjadi inspirasi utama. Tugas di tingkat daerah adalah memastikan nilai-nilai luhur tersebut dapat dirasakan langsung oleh setiap warga yang membutuhkan uluran tangan.

Keberhasilan yang diraih PMI Bireuen, lanjut Edi, tidak terwujud secara instan. Semua itu merupakan hasil dari kerja keras para relawan di lapangan, dedikasi pengurus, serta dukungan nyata dari pemerintah daerah dan masyarakat luas.

"PMI ini besar bukan karena satu sosok, melainkan karena tetesan darah para pendonor, keringat para relawan di lapangan, serta doa dari masyarakat yang kita bantu. Saya hanyalah bagian kecil dari rantai kebaikan yang terus kita jalin bersama," ujarnya.

Memasuki periode ketiganya, Edi Saputra menetapkan sejumlah fokus strategis. Di antaranya adalah penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, modernisasi layanan donor darah, serta peningkatan kapasitas relawan muda agar senantiasa siap menjadi garda terdepan kemanusiaan di Bireuen.

Ia berharap, PMI Bireuen dapat terus menjadi simpul gotong royong yang solid dan menembus sekat-sekat perbedaan demi satu tujuan utama: menyelamatkan sesama manusia.

"Selama masyarakat masih membutuhkan uluran tangan, selama itu pula PMI Bireuen akan selalu ada di garis depan. Terima kasih atas kepercayaan yang tak ternilai ini. Mari terus bergandengan tangan, melangkah bersama untuk kemanusiaan," pungkasnya.(*)