Buka Festival Toet Budee Trieng, Bupati Bireuen Berkomitmen Lestarikan Seni dan Budaya Lokal

Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Buka Festival Toet Budee Trieng, Bupati Bireuen Berkomitmen Lestarikan Seni dan Budaya Lokal

10/10/2026



Peunawa.com |Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, membuka Festival Toet Budee Trieng Piala Bupati Bireuen yang diikuti 17 tim Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S)/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Sabtu (10/10/2026). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen itu berlangsung di Lapangan Paya Kareung, Kecamatan Peusangan, dan disambut antusias masyarakat.

Pembukaan festival turut dihadiri Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para asisten, kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), peserta lomba, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Festival tersebut digelar sebagai upaya melestarikan tradisi toet budee trieng atau permainan meriam bambu yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen.

Dewan Pakar Dewan Kesenian Aceh (DKA) Bireuen, H. Yusri, S.Sos., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaga keberlangsungan tradisi budaya lokal takbenda sekaligus menyediakan ruang ekspresi budaya yang positif, kreatif, dan memiliki nilai estetika bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, perlombaan dilaksanakan dalam satu babak dengan sistem gugur. Setiap tim diperbolehkan membawa tiga unit budee trieng utama dan satu unit cadangan. Adapun spesifikasi bambu yang digunakan memiliki diameter 10–15 sentimeter dengan panjang 1,5–2,5 meter.
Panitia juga melarang keras penggunaan bahan kimia karbit untuk menjaga keaslian karakter suara tradisional serta mengutamakan keselamatan peserta selama perlombaan berlangsung.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang kompeten berdasarkan sejumlah aspek, meliputi teknik permainan dan atraksi kelompok, kualitas suara letusan selama 10 menit, konsep penyajian, keselarasan kostum dan identitas budaya, serta estetika dekorasi di lokasi masing-masing peserta.

Dalam festival tersebut, para peserta memperebutkan Piala Bupati Bireuen dengan total hadiah Rp26 juta. Hadiah diberikan kepada juara I, II, dan III serta juara harapan I, II, dan III. Selain itu, 11 tim peserta lainnya memperoleh subsidi pembinaan masing-masing sebesar Rp1 juta.

Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, dalam arahannya menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Toet Budee Trieng merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam melestarikan sekaligus menggali kembali tradisi dan kebudayaan Aceh yang mulai jarang dijumpai di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelestarian budaya daerah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tradisi yang diwariskan para pendahulu tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Ke depan, Pemkab Bireuen berencana terus menghidupkan berbagai kegiatan seni dan budaya lokal, termasuk tradisi meurukon serta festival adat lainnya, agar tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi muda.

Komitmen tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah sekaligus memperkuat identitas dan kekayaan tradisi Kabupaten Bireuen.

Adapun 17 tim yang mengikuti festival ini berasal dari K3S/MKKS Kecamatan Jeumpa, Jangka, Pandrah, Jeunieb, Samalanga, Peusangan Selatan, Kota Juang, Peulimbang, Kutablang, Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Gandapura, Makmur, Peudada, Juli, Kuala, dan Simpang Mamplam.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap tradisi toet budee trieng dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya daerah sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen. (*)