6 Spesialis Lulusan Terbaik Pulmonologi USK di Pastikan Ngabdi di RSUD Aceh dan Sumut


-->

Iklan Utama

Iklan berjalan

6 Spesialis Lulusan Terbaik Pulmonologi USK di Pastikan Ngabdi di RSUD Aceh dan Sumut

Minggu, 31 Oktober 2021



Peunawa.com | BANDA ACEH - Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi USK berhasil melahirkan putra-putri terbaik Aceh untuk ditempatkan di RSUD dalam Provinsi Aceh, diantaranya Kabupaten Pidie dr Tarmizi Sp.P dan dr Rudi Agustika Sp.P, Aceh Barat diwakilkan oleh dr Devi efrina Sp.P dan dr. Rubia Sari Sp. P serta kabupaten Simeulue bisa melahirkan dr Novi aryanita Sp.P Serta dr Stenly Sp.P yang langsung direkrut oleh Rumah Sakit Colombia Hospital Medan.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Prof.Dr.dr.Maimun Syukri Sp.PD,KGH,FINASIM menyampaikan  salah satu keunggulan USK untuk lulusan spesialis adalah 0 % pengangguran artinya lulusan USK sangat diminati oleh rumah sakit Swasta dan Negeri baik di Aceh maupun propinsi luar Aceh

Ia juga menyampaikan petuahnya yang bahwa ada ciri khas lulusan USK adalah dengan kesantunannya, maka hari Sabtu(30/10/2021)di Cafe Abraj Banda Aceh dalam acara pisah sambut PPDS ia amanahkan kepada lulusan untuk mempertahankan predikat tersebut.

dr. Ferry Dwi Kurniawan, Sp.P(K), Ph.D menyampaikan berterimakasih kepada orang-orang yang telah berjasa saat kalian sekolah selama ini, terutama buat Bupati yang yg telah memberikan rekomendasinya serta jangan lupakan juga guru-guru selama ini serta sejawat dalam lingkungan PPDS USK.

dr.Devi Efrina Sp.P yang mewakili lulusan terbaik Pulmonologi USK menyampaikan petuah-petuah keberhasilan untuk juniornya, ia mengatakan saat junior ia bersama teman temannya ibarat neutrophil yang melahap semua menu,Bimbingan, Morning report,  planning pasien, mengamati Tindakan intervensi, yang terpikir saat itu, saat ia senior nantinya ia pasti akan menjadi Pro di semua bidang, ternyata ia salah.

Sebagai anak sekolah “hidangan” yang kami dapatkan selain pendididkan, juga ada “menu tambahan” lainnya, beradapatasi dengan teman dan tempat baru, bagi yang berasal dari daerah dengan jarak tempuh 15 jam perjalanan tentu bukan hal mudah untuk menanggung kerinduan bertemu keluarga tercinta. 

"Ini semua membuat badai inflamasi semakin berat, bahkan mendekati imunoparalisi, Pada akhirnya saya menyadari bahwa yang paling berat untuk dihadapi adalah diri saya sendiri,"ujarnya.

Atas izin Allah, beriring doa orang tua, keluarga tercinta, bimbingan guru, dukungan teman teman, Alhamduillah kami bisa melewati dan bermutasi menjadi tipe yang resisten dengan segala ujian.

Diakhir sambutan dr Devi menitip pesan teman-teman yang saat ini sedang menempuh Pendidikan, tetaplah semangat dan ikhas, ingatlah "Man Jadda Wa Jadda"  yang artinya Barang Siapa yang Bersungguh sungguh pasti berhasil.(*)