Mahasiswa KKN PPM 108 Unimal Perkenalkan Sabun Cuci Tangan Praktis Cegah Covid-19


-->

Iklan Utama

Mahasiswa KKN PPM 108 Unimal Perkenalkan Sabun Cuci Tangan Praktis Cegah Covid-19

Kamis, 25 November 2021



Peunawa.com | LHOKSUKON - Setelah beberapa hari sebelumnya dilakukan pembagian sabun cuci piring untuk warga, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) program Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Malikussaleh Kelompok 108 kembali melakukan pembagian sabun cuci tangan praktis.

Sosialisasi hidup bersih dan sehat dilakukan melalui pembagian brosur cara cuci tangan yang baik dan benar ke rumah-rumah warga Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (23/11/2021). 

Kelompok 108 beranggotakan 10 orang yang terdiri dari Nanda Aryatama Rangkuti, Nurul Fadhilla, Dina Julianda, Faisal Akbar, Muhammad Rifqi, Jehan Syahrani, Afina Ulfa, Muhammad Luthfi, Muammar Faturahman, dan Budi Indah dari prodi Hukum, Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik, Ekonomi Syariah, Teknik Sipil dan Teknik Industri.

Nanda selaku ketua kelompok mengatakan, pembagian sabun cuci tangan kertas ini adalah salah satu cara yang efektif untuk pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di tengah-tengah masyarakat. Sabun cuci tangan beserta brosur dibagikan secara gratis sebanyak 50 buah ke rumah-rumah warga. 

“Tujuan pembagian sabun cuci tangan kertas serta brosur cara mencuci tangan yang baik dan benar tersebut untuk mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya mencegah penyebaran Covid-19 dengan selalu hidup bersih dan rajin mencuci tangan. Sabun cuci tangan yang sangat praktis dan bisa dibawa kemana-mana ini lebih efektif digunakan daripada hand sanitizer, juga lebih ampuh membunuh kuman dan tidak mengganggu imunitas alami tubuh,” ujar Nanda.

Sabun berbentuk kertas ini sangat unik, bahkan saat pembagian sabun tersebut salah satu warga mengatakan belum pernah melihat sebelumnya. “Unik, ini pertama saya lihat sabun dalam bentuk kertas,” ucap Ibu Haula terkagum.  

Ibu Fidyati S.Pd.I., M. Ed, selaku Dosen pembimbing lapangan Kelompok 108 sangat mendukung kegiatan tersebut. “Walaupun pola hidup bersih dan sehat sudah menjadi pengetahuan umum dan terdengar sederhana.

Sosialisasi dari rumah ke rumah yang dilakukan adik-adik mahasiswa sangat membantu mengingatkan kembali masyarakat untuk menjaga kebersihan dalam lingkungan keluarga. [didi]