Peunawa.com l Bireuen Banjir yang melanda Kabupaten Bireuen sejak November 2025 telah merusak rumah warga, menghancurkan sumber penghidupan, dan memaksa banyak keluarga hidup berbulan-bulan di tenda pengungsian.
Koordinator Aksi Halimah kami hadir kemari bersama para korban banjir cuma untuk menuntut hak-hak korban yang belum terealisasi sepenuhnya untuk korban banjir,
Namun hingga hari ini, masih banyak korban banjir yang belum mendapatkan kepastian tempat tinggal yang layak, Bantuan tidak sepenuhnya transparan, data korban tidak terbuka, dan banyak masyarakat mengeluhkan bantuan yang belum mereka terima, Situasi ini tidak boleh dibiarkan. Bencana bukan alasan untuk menunda tanggung jawab negara. sebut Halimah.
Terdapat Tiga pejabat tinggi Sekda Hanafiah, S.P., CGCAE dan Pejabat tinggi yang temui pendemo, Sekda, asisten 1 dan Asisten 2 Mulyadi,SH , .Mawardi ikut hadir menerima para pendemo yang mayoritas adalah korban bencana banjir di Bireuen,.
Pemerintah kabupaten Bireuen juga akan menerima sejumlah tuntutan para pendemo untuk di sampaikan kepada bupati Bireuen yang tidak ada di tempat, karena lagi dinas luar kebanda Aceh,.
Para pendemo tidak akan pulang jika petinya tidak ditanda tangan oleh Bupati, dan tetap akan menunggu kapan ada kepastian, Agar bupati bisa menemui kami, Kami akan terus menunggu apa lagi tenda pun masih ada di halaman kantor pusat pemerintahan kabupaten Bireuen.(Yusri)