Sosialisasi Empat Pilar Kembali Digelorakan Anggota MPR RI Supriyanto


-->

Iklan Utama

Sosialisasi Empat Pilar Kembali Digelorakan Anggota MPR RI Supriyanto

_Pimred
Sabtu, 20 November 2021

PONOROGO - Dihadapan 152 orang peserta, anggota MPR RI asal Dapil Jatim VII (Kabupaten Ngawi,  Magetan,  Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan), Drs.  Supriyanto kembali menyapa masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar tentang Pancasila,  UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan  Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Desa Karangan,  Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (20/11/2021).

Dalam kegiatan Sosdapil ke V tersebut, Drs. Supriyanto memaparkan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diadakan di seluruh Indonesia ini dalam rangka meningkatkan rasa Nasionalisme serta menjaga keutuhan NKRI. "Kegiatan  Sosialisasi Empat Pilar MPR RI  merupakan salah satu cara untuk ikut mencerdaskan anak bangsa," ujar Drs. Supriyanto.

Anggota Komisi II DPR RI ini juga menyampaikan kepada peserta bahwa sudah saatnya Bangsa Indonesia kembali memahami tentang latar belakang pemikiran dari empat pilar kebangsaan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dan lainnya. "Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai kontutusi negara serta ketetapan MPR NKRI, juga sebagai bentuk negara Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara," ungkapnya. 

Masih menurut Legislator Partai Gerindra ini juga menceritakan tentang lahirnya pancasila. Di mana, pancasila lahir berkaitan dengan semangat bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI. "Salah satu wujud semangat kebangsaan yakni dengan mengingat hari kebangkitan bangsa, sumpah pemuda, dan lainnya," urainya.

Selanjutnya dia memaparkan tentang bahaya Radikalisme, fanatik militan, kelompok yang ingin mendirikan negara Islam dan teroris merupakan ancaman bagi Pancasila dan kebhinnekaan Indonesia. "Untuk itu saya mengajak semua elemen masyarakat, tokoh dan ulama untuk terlibat meluruskan informasi dan ajakan yang mengajak pada kebencian terhadap kelompok lain, menolak isu etnis, kristenisasi, inteloransi, pengkafiran terhadap kelompok lain serta ideologi kekerasan," tukasnya. (Muh Nurcholis)