SPPD 8 Miliar Terhembus kepublik: Sidak DPRK Bireuen dan demo Diduga Hanya Sandiwara Penutup aib

Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

SPPD 8 Miliar Terhembus kepublik: Sidak DPRK Bireuen dan demo Diduga Hanya Sandiwara Penutup aib

1/14/2026

Peunawa.com l Jaringan Anak syuhada (JASA) Kabupaten Bireuen Menilai Aksi Sidak dan grebek Gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah Hingga adanya demo pegawai/Petugas BPBD yang tidak terjadwal kan besar kemungkinan Ada indikasi lain selain kemurnian irama yang dimainkan oleh pihak-Pihak Tertentu, 14 Januari 2026.


Ketua jasa Bireuen tgk mauliadi mengatakan kepada awak media sekenario mereka para Elit Politik Bireuen melakukan berbagai macam aksi dalam beberapa hari ini termasuk saling membalas pantun lewat media sosial, Itu cuma Kebohongan belakang.


sebenarnya tersimpan berbagai ragam makna, Salah satunya merupakan untuk pengalihan isu mengenai Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Mencapai 8 Miliar lebih Tahun 2026, Dengan keadaan bencana banjir, Seharusnya Dana SPPD Dewan Tersebut bisa dialihkan untuk para korban banjir, Untuk menghadapi pemilihan paska musibah banjir.


Mauliadi Menambahkan setelah saya mengamati dengan teliti ternyata semua seperti sekenario yang di atur sangat matang untuk menutupi kebocoran dana perjalanan dinas paska Bireuen di hantam bencana banjir, hingga Terhembusnya SPPD Dewan 8 Miliar kepublik maka dilahirkan lah beberapa isu lainnya seperti Sidak DPRK Bireuen dan demo Diduga Hanya Sandiwara Penutup aib.


Untuk menutupi sebuah isu maka perlu memutar isu yang baru, Agar semua isu yang sempat tayang di beberapa media hingga tertanam tidak di ketahui lagi oleh publik lagi, Maka jangan terpancing dengan apa yang sedang terjadi di tubuh DPRK kita hari ini.


Jasa Bireuen menilai anggaran APBK Bireuen begitu besar seharusnya bisa di sesuaikan dengan kondisi sekarang karena Bireuen sedang dilanda musibah banjir, jangan membuat hati rakyat terluka gara-gara tingkah Anggota DPRK Bireuen seolah-olah tidak penting untuk peduli kepada rakyat dengan kondisi paska bencana alam, Tutup Mauliadi,.(Yus)