BIREUEN – Peunawa.com l Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen, Bahrul Fazal, SH, secara resmi melantik Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) APDESI Kecamatan Jeumpa yang dipimpin oleh Dahlamuddin, Jumat (27/2/2026). Namun pelantikan tersebut tidak hanya menjadi seremoni, melainkan disertai ultimatum keras kepada pengurus yang baru dilantik: berani membela desa atau organisasi itu tidak perlu ada.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Jeumpa itu dihadiri unsur Muspika Kecamatan Jeumpa, para Keuchik, Sekretaris Desa, Imum Mukim, Ketua Pemuda, serta Ketua APDESI Kecamatan se-Kabupaten Bireuen. Kehadiran para tokoh desa dan pemuda mempertegas pentingnya peran APDESI sebagai organisasi yang diharapkan mampu menjadi pelindung kepentingan desa.
Dalam sambutannya, Bahrul Fazal menegaskan bahwa APDESI tidak boleh menjadi organisasi formal tanpa fungsi dan keberanian. Ia menyatakan bahwa APDESI harus menjadi suara desa dan berdiri di garis depan ketika masyarakat membutuhkan pembelaan.
“APDESI harus menjadi suara kebenaran dan pembela kepentingan desa. Jangan sampai organisasi ini hanya menjadi simbol tanpa keberanian,” tegas Bahrul di hadapan para pengurus yang baru dilantik.
Ia bahkan menyampaikan ultimatum secara terbuka. Menurutnya, keberadaan APDESI hanya memiliki arti jika berani memperjuangkan kepentingan desa dan masyarakat.
“Kalau APDESI Jeumpa tidak berani membela desa dan tidak berani menyuarakan kebenaran, maka lebih baik dibubarkan saja. Kita tidak butuh organisasi yang hanya diam,” ujarnya dengan nada tegas.
Bahrul juga mengingatkan bahwa Kecamatan Jeumpa memiliki sejarah panjang dan kehormatan besar, sehingga para pemimpin desa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah tersebut.
“Jeumpa memiliki sejarah dan kehormatan. Pengurus APDESI harus mampu menjaga marwah itu dengan keberanian dan integritas. Jangan pernah tunduk pada kesalahan dan ketidakadilan,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun sinergi dengan Muspika, tokoh masyarakat, dan unsur pemuda, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan desa.
Dengan dilantiknya Dahlamuddin sebagai Ketua APDESI Jeumpa, kepengurusan baru kini memikul harapan besar untuk menjadikan APDESI sebagai organisasi yang benar-benar hidup, berani, dan berpihak kepada desa.
Ultimatum yang disampaikan Bahrul menjadi penegasan bahwa APDESI Jeumpa tidak boleh sekadar hadir sebagai struktur organisasi, tetapi harus menjadi kekuatan nyata dalam menjaga kepentingan dan kehormatan desa.(*)