peunawa.com | Bireuen – Dunia maya dihebohkan dengan postingan terbaru Azmi Murtala, sosok yang dikenal dekat dengan Bupati Bireuen H. Mukhlis. Dalam unggahannya di Facebook, Azmi menuliskan kalimat tajam yang seolah menyalahkan pihak berinisial HDR terkait polemik bantuan hunian sementara (huntara), namun siapa HDR yang dimaksud itu atau inisial yang disembunyikan?.
“Di HDR ken jibantu peutajam huntap, malah dihambat... Iheuhnyan di provokasi teuk masyrakat nak beungeh keu Bupati.. Meutree palis..” tulis Azmi dalam postingan yang langsung memicu reaksi warganet.
Unggahan tersebut mendapat puluhan komentar. Salah satunya dari Zoel Sopan Zulkarnaeni yang menilai kebijakan yang diambil Bupati Bireuen justru memicu warga terlantar tanpa kepastian antara huntara dan huntap, dan saat ini malah dianggap mencari kambing hitam.
“Seandai jih Bapak wak kah Hana geutulak Huntara maka hana meunoe kejadian jih, uronyoe meu mita teuk kameng hitam...”
Sementara itu, Haris Atok menegaskan bahwa tanggung jawab tetap berada di tangan Bupati Bireuen , apakah Bupati pernah mengajukan Huntara atau sudah benar cara pengajuan huntap?
“Keupu getulak huntara le Bupati Kaleuh tausaha lom, getulak lom le pak Bupati Bireuen.” tulis Haris Atok dalam komentarnya
Postingan ini menjadi sorotan karena Azmi bukanlah sosok sembarangan untuk saat ini di kabupaten Bireuen. Kedekatannya dengan Bupati Mukhlis membuat publik bertanya-tanya: apakah ini sekadar kritik pribadi, atau sinyal adanya konflik internal di balik kebijakan huntara dan huntap?
Reaksi netizen pun beragam, ada yang mendukung sikap Azmi sebagai bentuk keberanian dalam memposting ini, ada juga yang mendukung sikap aktivis - aktivis yang dianggap menyuarakan keresahan masyarakat, namun tak sedikit pula yang menilai sindiran ini bisa memperkeruh suasana politik lokal.
Kini, publik menunggu apakah Bupati Bireuen akan memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang menyeret nama HDR atau memang Bupati Bireuen yang tidak mengusulkannya kepusat. Yang jelas, postingan Azmi Murtala telah berhasil mengguncang percakapan warganet dan membuka babak baru dalam dinamika politik Bireuen.
