BIREUEN – Peunawa.Com Kabar gembira akhirnya menyapa para petani di Gampong Keude Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Setelah belasan tahun hanya bisa menatap waduk yang dangkal dan mengandalkan nasib sebagai petani tadah hujan, infrastruktur pengairan vital mereka, sebelumnya rusak kini kembali bernapas.
Proyek Normalisasi Waduk Blang Lhok, pembangunan pintu air baru, serta konstruksi rumah pompa yang telah rampung, menjadi titik balik bagi produktivitas lahan pertanian seluas 80 hektar di kawasan tersebut. Bagi warga setempat, ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan kembalinya harapan akan kesejahteraan ekonomi.
Dari Kenangan Menjadi Realitas
Munir Usman, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Bina Sejahtera, menuturkan rasa syukur yang mendalam saat ditemui di lokasi proyek, Senin (28/9). Baginya dan ratusan petani lainnya, penyelesaian infrastruktur ini adalah jawaban dari penantian panjang yang cukup melelahkan.
"Ini adalah kabar baik yang sangat kami nantikan selama lebih dari satu dekade. Waduk Blang Lhok yang sempat hanya menjadi kenangan karena pendangkalan parah, kini mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan kembali," ujar Munir dengan nada optimis.
Selama bertahun-tahun, ketidakpastian cuaca menjadi momok bagi petani di wilayah ini. Tanpa pasokan air stabil, produktivitas lahan sering terhambat. Namun, dengan berfungsinya kembali sistem irigasi melalui pintu air dan rumah pompa, distribusi air kini menjadi lebih lancar dan merata. Risiko kekeringan di musim kemarau dan potensi banjir di musim hujan pun dapat diminimalisir.
Gotong Royong Warga dan Dukungan Instansi
Proses penyelesaian tahap akhir khususnya pemasangan pintu air dilakukan secara mandiri oleh anggota Poktan Bina Sejahtera. Mulai dari pengurus hingga anggota biasa, semua terlibat aktif dalam pekerjaan tersebut di bawah pengawasan teknis dinas terkait.
"Semua item pekerjaan kami kerjakan sendiri dengan semangat gotong royong. Kami optimis pemasangan pintu air akan rampung dalam minggu ini, sebelum beralih ke uji coba rumah pompa," jelas Munir.
Keberhasilan revitalisasi ini tidak lepas dari sinergi antara masyarakat, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, serta dukungan penuh dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bireuen. Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika pemerintah mendengarkan keluhan rakyat dan masyarakat bergerak aktif, solusi nyata dapat terwujud.
Harapan Baru Saluran Air Menuju Sawah
Meski euforia sudah terasa, tantangan kecil masih tersisa. Munir mengungkapkan bahwa meskipun rumah pompa siap mengalirkan air, saluran distribusi menuju hamparan sawah milik petani masih dalam kondisi rusak dan belum tersentuh renovasi.
"Air sudah bisa mengalir berkat rumah pompa, namun kendalanya ada pada saluran menuju sawah yang kondisinya memprihatinkan. Kami berharap adanya perhatian lanjutan dari dinas terkait dan DPD Tani Merdeka Indonesia untuk merealisasikan perbaikan saluran tersebut agar air benar-benar sampai ke akar tanaman," harapnya.
Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Sementara itu Muhammad, Kepala Desa Keude Tambue, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur ini adalah kunci utama mengaktifkan kembali roda perekonomian lokal.
"Infrastruktur ini sangat vital. Dengan berfungsinya waduk, masyarakat tidak lagi harus menunggu musim hujan untuk turun ke sawah. Ini akan menjaga ketahanan pangan desa kami dan tentu saja meningkatkan pendapatan petani," kata Muhammad.
Kini, dengan wajah baru Waduk Blang Lhok, para petani di Bireuen siap menyambut musim tanam dengan kepala tegak. Mereka tidak lagi bergantung pada langit, tetapi pada sistem irigasi yang handal. Sebuah langkah konkret menuju swasembada pangan dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi komunitas pertanian di Kabupaten Bireuen, "tuturnya. ( samsul )