LHOKSUKON, — Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Aceh Utara meluncurkan Podcast Lentera Pase, Selasa (22/9/2026). Inovasi ini menjadi upaya IPARI memperluas penyampaian informasi, edukasi, dan pesan keagamaan kepada masyarakat melalui media digital.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., di Kantor Sekretariat PD IPARI Aceh Utara, Lhoksukon. Prosesi launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Kakanwil Kemenag Aceh, didampingi sejumlah pejabat dan tamu undangan.
Kegiatan kemudian dibarengi dengan peusijuek kantor sekretariat yang dipimpin Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, yang akrab disapa Walidi.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara H. Fadli, S.Ag., M.Si., para kepala seksi dan penyelenggara, Ketua Pokjaluh Aceh, unsur Muspika Lhoksukon, Kepala Lapas Kelas II B Lhoksukon, Kepala Bank Aceh Syariah KCP Lhoksukon, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Utara, jajaran pengurus PD IPARI Aceh Utara, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, H. Azhari mengapresiasi peluncuran Podcast Lentera Pase sebagai bentuk adaptasi penyuluh agama terhadap perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.
“Podcast merupakan sebuah keniscayaan hari ini. Penyampaian pesan tidak lagi hanya melalui cara-cara konvensional, tetapi juga melalui media digital yang lebih mudah diakses dan menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujar Azhari.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan konten yang bermanfaat, edukatif, dan mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana media ini diisi dengan konten-konten yang memberikan manfaat, pencerahan, dan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Aceh Utara, H. Fadli, menyambut baik kehadiran Podcast Lentera Pase. Menurutnya, penyuluh agama yang tersebar di seluruh kecamatan merupakan kekuatan penting dalam menghadirkan konten yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita memiliki penyuluh agama yang tersebar di seluruh kecamatan. Ini tentu menjadi kekuatan untuk membangun sinergi dengan para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder dalam memberikan informasi, edukasi, serta pembinaan keagamaan kepada masyarakat,” kata H. Fadli.
Ia juga mengajak berbagai pihak, termasuk MAA, tokoh agama, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk mendukung program-program IPARI. Dengan demikian, keberadaan penyuluh agama diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ketua PD IPARI Aceh Utara, M. Ramli, M.Si., menjelaskan bahwa Podcast Lentera Pase merupakan bagian dari inovasi organisasi untuk mengembangkan pola penyuluhan keagamaan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Menurutnya, nama “Lentera” memiliki makna sebagai suluh atau sumber cahaya yang memberikan penerangan dan pencerahan.
“Lentera itu suluh, yang memberikan cahaya. Kami berharap Podcast Lentera Pase dapat menjadi salah satu media yang memberikan cahaya, pencerahan, dan manfaat bagi umat melalui informasi serta edukasi keagamaan,” ujar M. Ramli.
Ia menambahkan, podcast tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi internal organisasi, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan informasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Setelah prosesi peluncuran dan peusijuek, kegiatan dilanjutkan dengan podcast perdana yang menghadirkan H. Azhari sebagai narasumber.
Usai kegiatan tersebut, Kakanwil Kemenag Aceh melanjutkan agenda dengan menghadiri peluncuran dan pengukuhan Buku Antologi Literasi Madrasah di Aula PLHUT Kemenag Aceh Utara. Agenda kemudian dilanjutkan dengan menghadiri Maulid Akbar di Kantor Kemenag Aceh Utara.
Peluncuran Podcast Lentera Pase menjadi langkah baru IPARI Aceh Utara dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana penyuluhan. Kehadirannya diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi keagamaan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat, terbuka, dan interaktif dengan masyarakat. (Murhaban)