SMAN 1 Samalanga Bekali Siswa Keterampilan Jurnalistik Di Era Digital

Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

SMAN 1 Samalanga Bekali Siswa Keterampilan Jurnalistik Di Era Digital

9/19/2026

BIREUEN – Di tengah gempuran informasi digital yang begitu pesat, kemampuan menyaring dan memproduksi konten positif menjadi keterampilan krusial bagi generasi muda. Menyadari hal tersebut, SMAN 1 Samalanga menggelar Pelatihan Jurnalistik Digital bagi para siswa, sabtu (18/9/2026).

Pelatihan Jurnalistik yang mengusung tema "Menulis Fakta, Mengolah Cerita, Menyuarakan Sekolah" ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa dalam menyampaikan informasi tentang sekolah secara profesional, kritis, dan kreatif melalui gawai mereka.

Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Kimia SMAN 1 Samalanga ini diikuti oleh pengurus OSIS dan perwakilan dari setiap kelas. Acara ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Fadli, S.Pd., M.Pd., Gr. dan Yusri, S.Sos., M.Sos.

Fadli, salah satu narasumber, menekankan pentingnya pendidikan jurnalistik sebagai alat untuk melatih berpikir kritis. Menurutnya, siswa tidak hanya diajarkan cara menulis, tetapi juga bagaimana menjadi produsen informasi yang bertanggung jawab.

"Melalui pelatihan komprehensif ini, peserta mendapatkan pengalaman berharga. Selain keterampilan teknis seperti penulisan berita online, fotografi, dan penyuntingan video, mereka juga membuka wawasan tentang pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi yang positif, cepat, dan efektif," ujar Fadli.

Ia menambahkan, bekal ilmu ini diharapkan mampu memperkuat jejaring informasi sekolah dan menjadi langkah awal penguatan budaya literasi media yang lebih profesional di lingkungan sekolah.

Sesi kedua diisi oleh Yusri, S.Sos., M.Sos., Suasana pelatihan lebih hidup antusias dari para peserta yang membawa pendekatan interaktif melalui workshop dan simulasi langsung. Yusri menjelaskan bahwa jurnalistik bukan sekadar teori, melainkan praktik lapangan yang membutuhkan kepekaan etika dan komunikasi.

"Para peserta diajak terlibat langsung, mulai dari teknik membuat lead atau pembuka berita yang menarik, memahami alur penulisan yang kredibel, hingga praktik wawancara. Mereka belajar bagaimana menggali informasi, menjaga etika bertanya, dan membangun komunikasi yang nyaman dengan narasumber," jelas Yusri.

Metode praktik langsung ini dinilai lebih efektif untuk memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam merespons dinamika informasi digital, sekaligus membuka peluang eksplorasi karir di bidang media massa.

Sementara itu saat membuka acara, Kepala SMAN 1 Samalanga, Zulfadli, S.Pd.I., M.Pd., mengajak para siswa untuk memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. Ia berharap materi yang disampaikan para ahli dapat diterapkan untuk mempromosikan sekolah dengan cara yang lebih santun dan  menarik, sehingga layak menjadi sebuah berita.

"Anak-anakku sekalian, pelajari jurnalistik dari ahlinya. Kuasai metode penggalian informasi, teknik pembuatan berita, dan penyajian konten yang menarik, termasuk konteks pembelajaran di sekolah kita. Mari kita majukan sekolah agar lebih terkenal dan memiliki citra positif di dunia maya," tegas Zulfadli.

Zulfadli optimis, kegiatan ini akan melahirkan siswa-siswa yang cerdas dalam menyerap informasi dan mampu menghasilkan konten berkualitas. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi reputasi sekolah, tetapi juga menjadi bekal penting bagi masa depan mereka di era digital.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, SMAN 1 Samalanga berharap dapat menciptakan ekosistem informasi sekolah yang lebih transparan, kreatif, dan informatif. 

Karena Pendidikan jurnalistik bagi siswa SMA di era digital sangat penting untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, dan membekali mereka dengan keterampilan literasi media. ( samsul )