BIREUEN – Peunawa.Com
Kabar baik menyapa warga Kabupaten Bireuen, khususnya di Kecamatan Simpang Mamplam. Penyaluran Bantuan Pangan Beras Tahap II tahun 2026 resmi dimulai pada hari ini, Jumat ( 25/9/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah kabupaten Bireuen dan kecamatan Simpang Mamplam melalui Perum Bulog Cabang Lhokseumawe untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat di wilayah kerja mereka.
Total alokasi bantuan untuk tahap ini mencapai 6.168,3 ton beras. Untuk wilayah Simpang Mamplam sendiri, distribusi difokuskan kepada 4.962 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 41 desa. Uniknya, dalam penyaluran tahap kali ini yang mencakup bulan Juli, Agustus, dan September 2026,
Setiap KPM langsung menerima jatah penuh sebesar 30 kilogram beras sekaligus. Artinya, beban logistik keluarga untuk tiga bulan ke depan telah tertangani dalam satu kali pengambilan.
Prioritas bagi Lansia dan Disabilitas
Penyaluran bantuan ini tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kemanusiaan. Panitia pelaksana menerapkan mekanisme khusus yang ramah bagi kelompok rentan. Warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas mendapatkan prioritas utama melalui layanan "jemput bola" atau antrean khusus.
Zainal Abidin, seorang warga Keude Tambue yang merupakan penyandang disabilitas, menjadi salah satu penerima yang merasakan kemudahan tersebut. Didampingi oleh keluarganya, Zainal menerima bantuan melalui jalur khusus dengan pendampingan petugas.
"Khusus untuk warga yang sakit atau memiliki keterbatasan fisik, kami mengantarkan langsung bantuan ke rumah masing-masing," ujar Hamdayani, S.Sos, Koordinator Kecamatan Simpang Mamplam, saat ditemui di Gedung Serba Guna. Ia menambahkan bahwa jadwal penyaluran di wilayahnya berlangsung mulai jumat hingga minggu.
Dikawal Ketat dan Sesuai SOP
Agar bantuan tepat sasaran dan aman, proses distribusi di Simpang Mamplam dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Kapolsubsektor dan anggota Posramil. Pengawalan ini adalah untuk memastikan ketertiban selama proses penyerahan bantuan berlangsung.
Camat Simpang Mamplam, Mukhsen S.Ag dalam keterangan terpisah, menegaskan bahwa seluruh rangkaian penyaluran telah mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Validasi data penerima telah dilakukan secara berkala sebelumnya untuk memastikan akurasi.
"Bantuan yang diserahkan harus tepat sasaran. Kami melibatkan pengawas dan petugas dari masing-masing gampong untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang berhak," jelasnya.
Tak kalah penting, kualitas beras yang disalurkan juga menjadi perhatian utama. Camat memastikan bahwa beras yang diterima masyarakat berada dalam kondisi prima—layak konsumsi, tidak apek, dan bebas dari hama kutu, sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.
Langkah nyata ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga. Dengan transparansi dan pelayanan yang inklusif, semoga program bantuan ini benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga Simpang Mamplam dan sekitarnya,"tutupnya. ( samsul)