Pengunjung Pra PORA Cabor Drum Band di Bireuen Kecewa


-->

Iklan Utama

Pengunjung Pra PORA Cabor Drum Band di Bireuen Kecewa

Jumat, 27 Agustus 2021



Peunawa.com | BIREUEN – Hari pertama Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) ajang Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) ke-III Cabang Drum Band mulai dipertandingkan di lapangan Paya Kareung, Kabupaten Bireuen pada Jumat, (27/08/2021).

Berkaitan dengan hal tersebut, penjagaan ke Jalan Stadion Paya Kareung diperketat oleh panitia, penjagaan di mulai dari arah jalan Medan-Banda Aceh pintu masuk lapangan,dan dari arah Cot Girek pintu keluar dari lapangan di jaga ketat oleh Petugas Keamanan dari Kepolisian,TNI dan Satpol PP serta pihak panitia keamanan Pra PORA dan tenaga kesehatan. 

Bagi peserta seluruh kontingen yang akan bertanding juga diberlakukan pemeriksaan masker serta tanda pengenal, dan setelah mereka tampil langsung di pulangkan ke tempat penginapan.

Untuk hari pertama pertandingan LBJP tersebut, diikuti 12 Kabupaten/Kota yang dimulai sejak pukul 15.20 WIB khusus putra, kemudian dilanjutkan bagi peserta Putri usai salat Ashar.

“Untuk hari ini pertandingannya Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) putra-Putri, besoknya Sabtu, 28 Agustus 2021 kembali dilanjutkan dengan Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB),” kata Sekretaris Panitia Mursyidin.

Sementara Lomba Unjuk Gelar (LUG) dilaksanakan di GOR Gelumpang Payong Kecamatan Jeumpa  pada Minggu, 29 Agustus 2021, dilanjutkan dengan rangkai penutupan dan penentuan lolos tujuh Kabupaten/Kota yang akan berlaga di Pekan Olahraga Aceh (PORA) di Kabupaten Pidie Tahun 2022.

Sebagian warga yang ingin menonton Pra PORA ke-III Cabang Drum Band di Bireuen kecewa. Pasalnya, mereka datang ingin melihat event empat tahunan itu tidak diperkenan masuk, karena diberlakukan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 dan siapa yang masuk harus ada tanda pengenal dari panitia. 

Saat awak media menjumpai Sudirman, seorang pengunjung mengatakan dengan bahasa Aceh "kamoe sep kecewa dari Jeunieb meujak  khusus meujak nonton nyan pih ka hanjeut, Pu ka di peugeut but ,  bak pasai,  keude kupi dum awak bak moll moll sep ramee ureng oh ka acara nyoe, yang teumpat teuhah ka hanjeut tameng".

"Kami sangat kecewa dari Jeunieb kemari khusus mau nonton tapi tidak tidak diperbolehkan, apa yang sudah dilakukan, di pasar dan di warung-warung, caffee, Mall cukup banyak pengunjung , masa di lapangan terbuka seperti ini tidak boleh, aneh,” ujar Sudirman sekeluarga. (Ipul).