Dosen USK Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Organik Untuk Penyediaan Pupuk Secara Mandiri


-->

Iklan Utama

Iklan berjalan

Dosen USK Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Organik Untuk Penyediaan Pupuk Secara Mandiri

_Pimred
Selasa, 02 November 2021

Peunawa.com l Aceh Besar - Tim Dosen USK (Universitas Syiah Kuala) melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Biofermentasi Limbah Organik Untuk Penyediaan Pupuk Secara Mandiri Demi Meningkatkan Ketahanan Pangan” Di Gampong Siron Krueng dan Siron Blang, Kuta Cot Glie, Aceh Besar”.

Tim dosen USK yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. Teuku Iqbalsyah, M.Sc., dosen Jurusan Kimia dan Dr. Suwarno, M.Si., dosen Jurusan Biologi Fakultas MIPA. Pengabdian ini berlangsung pada bulan Juni-Oktober 2021. Tim melakukan pelatihan secara terus-menerus sampai masyarakat dapat melakukan produksi secara mandiri.

Pupuk organik dibuat dengan menggunakan bahan dasar limbah, yaitu kotoran sapi dan limbah jerami/sekam/limbah selulosa lainnya yang tersedia berlimpah di kedua desa tersebut. Biofermentasi dilakukan dengan bantuan mikroorganisme.

Iqbalsyah sebagai ketua tim memaparkan, tujuan dari kegiatan ini diantaranya adalah memberikan penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat desa tentang proses pengolahan limbah sekam, jerami padi, dan kotoran ternak menjadi pupuk organik melalui penerapan teknologi tepat guna, penyuluhan penggunaan pupuk organik serta unsur hara dan manfaatnya bagi tanaman.

Pelatihan Biofermentasi Pupuk Berbahan Baku Sekam dan Kotoran Sapi. (*)

“Kami juga memberikan seperangkat peralatan pencacah limbah organik untuk penyediaan bahan baku pembuatan pupuk, serta beberapa peralatan kerja” tambahnya.

Selain melakukan pelatihan pembuatan pupuk dengan menggunakan berbagai jenis limbah, tim USK dan kelompok masyarakat juga melakukan uji coba penggunaan pupuk pada lahan pertanian cabai.

Harapan tim pelaksana setelah kegiatan ini selesai adalah kelompok masyarakat memiliki peningkatan keterampilan dalam pengolahan limbah organik menjadi pupuk.

Selain itu, kelompok masyarakat sangat diharapkan dapat melaksanakan produksi secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan kepada anggota kelompok.

“Terima kasih kepada geuchik Gampong Siron Krueng dan Siron Blang dan anggota Kelompok Tani, serta masyarakat yang terlibat dalam sosialisasi dan pelatihan ini” ucapnya.