Keberadaan Bank Sampah Menyelamatkan Lingkungan


Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Keberadaan Bank Sampah Menyelamatkan Lingkungan

09/12/21



Peunawa.com | Perlu kita sadari bersama bahwa permasalahan sampah sangat komplek, ini disebabkan oleh rendahnya kepedulian kita terhadap pengelolaan sampah. Meskipun kebanyakan orang sudah mengerti tentang bahaya yang ditimbulkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik. Sejak dulu Sampah memang sudah menjadi persoalan yang krusial dan  sulit sekali untuk dikendalikan. Disisi lain sampah juga menjadi bagian dari salah satu masalah terbesar yang selalu dihadapi oleh setiap individu baik yang tinggal diperdesaan maupun yang tinggal diperkotaan. 

Salah satu upaya penanganan  sampah yang sering dilakukan oleh masyarakat dengan cara membakarnya, memindahkan, membuang ke sungai atau membuang ke tempat lahan kosong. Padahal penanganan seperti itu belum menyelesaikan masalah bahkan akan memicu maalah lain, apa lagi jika sampah dibuang kesuang, bisa dibayangkan akan terjadi pencemaran di sungai yang mengancam keberadaan makhluk hidup didalamnya. 

Meskipun kampanye tentang penanganan sampah sudah sering dilakukan seperti kegiatan-kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tentang pemamfaatan sampah agar tidak mencemari lingkungan, namun masyarakat masih banyak yang tidak memperdulikannya. Justru merekalah subjek perusak kerindangan, kenyamanan, kebersihan, dan ketenangan alam. Suatu hal yang mendasar, contoh saja seseorang yang sedang memakan makanan berupa cemilan di taman atau di tempat umum selesai memakannya mereka membuangnya dengan begitu saja. Hal tersebut banyak kita temui ditempat-tempat keramaian yang membuang dengan sembarangan. 

Budaya membuang sampah pada tempatnya juga belum begitu mengental di kalangan masyarakat kita, ini terlihat banyaknya tumpukan sampah yang kita temukan diberbagai sudut pertokan, perumahan dan bahkan terkadang di ruas jalan. Minimnya kesadaran masyarakat untuk memperlakukan sampah dengan baik juga berefek pada derajat kesehatannya. Hal tersebut terjadi karena terjangkitnya berbagai penyakit yang di akibatkan oleh sampah yang menumpuk, dimana agent pembawa penyakit, sperti lalat, kecoa dan tikus sertai vector lainnya yang sangat menyukai tempat sampah. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam menangani permasalah sampah adalah dengan cara memberdayakan bank sampah.

Pada dasarnya itu memang suatu yang dibuang dan tidak dipakai lagi serta suatu yang bersifat kotor yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak enak dipandang. Akan tetapi jika kita ketahui bagaimana yang sebenarnya mamfaat dari sampah itu sendiri sungguh kita akan mencarinya. Seperti halnya yang diungkapka menurut E Colin pada Tahun 1996 bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktifitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomi, dan kini sampah diubah menjadi barang yang bermanfaat lewat proses daur ulang dan kini sampah menjadi suatu yang bernilai ekonomis. 

Manfaat Bank Sampah
Bank Sampah merupakan suatu bentuk kegiatan yang mengajak kita bagaimana cara menjaga lingkungan yang bersih dan mengubah sampah yang tidak berguna menjadi suatu yang bernilai guna, baik itu dari sampah organik maupun An-organik. Adapun mamfaat bank sampah yaitu untuk membangun kesadaran masyarakat secara lebih luas terkait masalah sampah/masalah lingkungan, cara ikut berpartisipasi dalam meletarikan lingkungan, cara memamfaatkan sampah yang sudah dikumpulkan agar bisa melakukan daur ulang, dan belajar memamfaatkan barang bekas menjadi suatu yang bernilai ekonomis. 

Sistem kerja yang dirangcangkan dalam program bank sampah yaitu dengan cara pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, dengan adanya pelatihan-pelatihan pengelolaan atau daur ulang sampah juga akan terlaksana. Tanpa kita sadari sistem kerja bank sampah telah mengajak kita untuk melakukan pemilahan sampah seperti sampah berbahan plastik, kertas, besi, logam, elektronik bekas, botol kaca, aluminium, dan kaleng. Dengan adanya bank sampah maka masyarakat secara tidak langsung telah teredukasi pemahaman jenis sampah. 

Bank sampah juga mempunyai fungsi sebagai tempat penabungan, melalui sistem yang dilakukan sama halnya dengan penabungan uang di bank. Masyarakat yang menjadi nasabah dari bank sampah bisa langsung datang ke bank sampah untuk menimbangnya. Dalam sistem penabungan dapat dikatagorikan menjadi dua bagian, pertama dalam bentuk tanbungan rupiah dan kedua tabungan lingkungan. Adapun yang dikatakan Tabungan rupiah adalah menukar sampah dengan uang untuk masyarakat perorangan atau masyarakat umum. Sedangkan Tabungan lingkungan adalah partisipasi perusahaan dan kalangan bisnis untuk melestarikan lingkungan. 

Pemberdayaan Pemulung
Barang kali bagi sebagian besar orang sampah menjadi momok yang menakutkan, karena selain aromanya yang menyengat, sampah juga terkesan sebagai objek yang kotor. Namun bagi para pemulung sama sekali tidak ada istilah kotor ataupun aroma yang menyengat. Bagi mereka yang ada hanyalah aroma rupiah yang mendatangkan rezki dan keberkahan. Harus kita fahami juga bahwa sampah yang kita anggap suatu yang tak berharga bisa menjadi nilai ekonomi, seperti dapat dijadikan tas, dari bahan daur ulang (recycle)
jika dikemudian kita menjualnya juga akan menghasilkan nilai ekonomis. 

Para pemulung mengantungkan pendapatannya melalui sampah, semakin banyak sampah yang terkumpul, makan akan semakin tinggi pedapatannya. Keberadaan pemulung patut kita apresiasi karena mereka telah menjadi pahlawan terhadap kelestarian lingkungan. Seharusnya para pemangku kebijakan bisa memberdayakan para pemulung dengan cara pemberian modal dan peralatan untuk pengelolaan sampah. Mereka juga harus dilatih untuk punya kompetensi di bidang kesehatan lingkungan yang berfokus pada pengelolan sampah yang sesuai standar kesehatan. Jika ini bisa dilakukan oleh pemerintah setempat, maka perlahan-lahan akan menyelesaikan permasalahan sampah.

Menunggu Partisipasi Masyarakat Luas 
Seharusnya bank sampah tersebut sudah mulai diterapkan di setiap desa yang ada di Aceh bahkan dalm lokus yang lebih luas lagi. Karena dengan adanya bank sampah maka lingkungan kita menjadi bersih dan sehat maka kitapun akan ikut sehat. Jika hal ini merupakan suatu hal yang baik, maka ajaklah orang-orang sekitar untuk berpartisipasi dalam hal ini. Karena merupakan salah satu alternatif yang dapat memecahkan masalah sampah dan kelestarian lingklungan. Jika masyarakat memiliki kesadaran tinggi dalam mengumpulkan sampah-sampah kering, seperti: Sampah berbahan plastik, berbahan kertas,berbahan besi dan logam, Sampah electronik, Sampah botol kaca, dan Sampah alumunium dan kaleng. Selanjutnya tinggal menjadi tugas bagi kepala desa untuk menyediakan sarana dan prasarana bank sampah.

Penulis menaruh harapan besar pada kaum ibu-ibu dan masyarakat semua yang berada di desa untuk melakukan kunjungan tiap sebulan sekali, ketempat bank sampah sebagaimana yang ditetapkan, dan di setiap kepala desa harus bekerja sama dengan bank sampah yang diundang dalam sebulan sekali, dengan tempat pengumpulannya sebaginama yang telah ditentukan. 

Dengan rutin tersebut dilakukan oleh tiap-tiap rumah-rumah, melalui kerjasama yang baik antara keuchik dengan bank sampah. Insyaallah lingkungan kita akan terhidar dari segala penyakit karena hasil kerja masyarakat sendiri dan juga dapat memicu menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Dari hasil upaya-upaya tersebut semoga dapat mengurangi penanganan masalah sampah di lingkungan sekitar demi kelestarian lingkungan dan menjadi peluang usaha pendapatan bagi masyarakat.

Ari Mustina
Penulis merupakan Mahasiswa pasca sarjana Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Universitas Syiah Kuala.