Pembinaan Gampong Blang Rambong, Desa Lokus Terintegrasi Dibuka Asisten III


Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Pembinaan Gampong Blang Rambong, Desa Lokus Terintegrasi Dibuka Asisten III

08/06/22



Peunawa.com | Bireuen - Upaya percepatan penurunan angka stunting terhadap dua puluh lima lokasi khusus (lokus) terus dilakukan oleh pihak Pemerintahan Kabupaten Bireuen bekerjasama dan berkoordinasi dengan berbagai lintas sektor.

Hal ini disampaikan oleh Dailami, S. Hut. selaku  Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Bireuen saat membuka secara resmi kegiatan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi dalam Kabupaten Bireuen yang berlangsung di Gampong Blang Rambong Kecamatan Peusangan, Rabu (08/06/2022).

“Penyebab Stunting terdapat banyak faktor sehingga untuk menanggulaginya  tidak bisa dilakukan oleh masing-masing sektor dengan kegiatan yang parsial. Faktor penyebab langsung dan tidak langsung dari stunting harus diselesaikan bersama-sama oleh seluruh lintas sektor yang terkait melalui integrasi intervensi gizi spesifik dan sensitif. Integrasi dan konvergensi program yang dilaksanakan oleh lintas sektor”, ungkap Dailami dalam sambutannya.

Dailami menambahkan bahwa pembinaan desa lokus stunting merupakan bagian dari inovasi Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk mengevaluasi kinerja desa Lokus, juga sebagai proses dalam melahirkan desa lokus terbaik yang dilakukan melalui pembinaan dan penilaian desa lokus.

Pembinaan desa lokus dilakukan oleh tim dari berbagai unsur dan lintas sektor. Terdapat delapan unsur yang akan melakukan pembinaan di desa Lokus Stunting, diantaranya Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PUPR, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, Kemenag dan P3ND.

Selain intervensi gizi spesifik, Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan Dinas dan Lembaga yang terkait dalam melaksanakan intervensi gizi sensitif. “Dalam pelaksanaan intervensi gizi sensitif, kami membutuhkan bantuan dari kementerian dan Lembaga yang terkait. Untuk ketahanan pangan, kami membutuhkan peran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Selain itu peran Dinas PUPR  dalam pembangunan sanitasi dan air bersih maupun dukungan dari Kementerian Agama terkait edukasi pra pernikahan serta dinas terkait lainnya”, paparnya lebih lanjut.

Dikatakannya, kedelapan unsur tersebut akan melakukan pembinaan terhadap desa lokus stunting melalui intrumen yang telah ditetapkan dari berbagai indikator dan variabel.

Diakhir arahannya, Dailami mengucapkan terimakasih atas seluruh partisipasi Keuchik dan Perangkat Gampong Blang Rambong, seluruh Kader Ponsyandu, BKB, Kader Lansia, KPM dan Kader PKK yang telah mengupayakan dan menfasilitasi terselenggaranya kegiatan pembinaan Desa lokus stunting yang perdana.

“Melalui berbagai  program yang telah dicanangkan dan kerjasama seluruh komponen masyarakat, kita berharap masalah stunting dapat segera diatasi dan sasaran kita di tahun 2024 Kabupaten Bireuen menjadi Kabupaten bebas stunting”, tutup Asisten 3 dengan penuh harapan.(*)