Peluang Ekonomi Untuk Desa Bukit Pulo


Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Peluang Ekonomi Untuk Desa Bukit Pulo

28/07/22



oleh Alfi Ramadhani
Eksistensi pemanfaatan perkembangan teknologi semakin maju serta meningkat mulai dari memasak, menggosok, mencuci dan segala yang berhubungan dengan pekerjaan rumah tangga sehari-hari, kejadian ini murni dampak intelegensi dan peningkatan sumber daya manusia yang ada, namun nyatanya keberadaan teknologi tidak selalu mendapatkan hasil yang positif, banyak orang yang fokusnya terpecahkan oleh perkembangan technologi yang melambung naik terlepas dari perkembangan tekhnologi yang semakin melonjak tersebut, inovasi perkembangan kearifan lokal hampir terlupakan, terutama mengenai teknik pembuatan sabun pencuci. 

Pertumbuhan penduduk memerlukan kebutuhan yang beraneka ragam diantaranya adalah sabun yang digunakan sebagai salah satu kebutuhan penting untuk  keperluan rumah tangga misalnya sabun mandi dan sabun pencuci yang digunakan setiap hari. Sabun pencuci merupakan salah satu bahan sediaan pembersih atau campuran bahan  untuk digosokkan, dituangkan, dipercikan atau disemprotkan pada barang yang kotor atau  bagian yang ingin dibersihkan seperti piring, gelas, dan membantu memelihara serta membersihkan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Kendati demikian sabun pencuci piring bukan merupakan kebutuhan primer, tetapi konsumsi sabun yang terus menerus berulang setiap harinya, menyebabkan kebutuhan pengadaan sabun cuci serta membutuhkan biaya yang banyak. Melihat peluang tersebut, ternyata banyak sekali produk-produk sabun cair yang dapat ditemukan di swalayan, pasar atau tempat penjualan grosir . Sabun cair adalah jenis sabun yang berbentuk liquid (cairan) sehingga mudah dituangkan dan menghasilkan busa yang lebih banyak dan tampak lebih menarik.

Sabun cair dibuat dengan semi boiled, yang diperlukan yakni: 400 ml air mendidih, 1 sendok makan parutan sabun batangan dengan merek sabun ditentukan sesuai keinginan, wadah untuk proses pencampuran, whisker, wadah untuk penampungan yang digunakan untuk menampung hasil sabun cuci (botol bekas/jirigen). 

Setelah mengetahui bahan maka dapat membuatnya dengan cara, panaskan air hingga mendidih, campurkan parutan sabun dan air mendidih kedalam wadah untuk proses pencampuran, aduk menggunakan whisker hingga sabun benar benar meleleh, diamkan campuran tersebut selama 6 s/d 8 jam untuk hasil yang terbaik hingga membentuk tekstur gel, tuangkan kedalam botol untuk menampung hasil sabun, lalu kocok agar seluruh bahan di dalamnya tercampur dengan sempurna.  

Pada prinsipnya dalam pembuatan sabun cair ini dapat dikategorikan sebagai bahan dan peralatan yang tidak rumit.  Dalam satu paket kecil dari bahan yang dicampurkan menghasilkan berliter-liter sabun cair. Sehingga produk sabun tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penggunaan sabun dalam pemakaian sehari-hari dan juga dapat dijadikan sebagai industri rumah tangga, peluang ini juga dapat menghasilkan pundi pundi rupiah bagi siapapun yang ingin memproduksinya sebagai UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Tujuan kegiatan ini tergabung kedalam kegiatan pengabdian masyarakat / Kegiatan KKN-Tematik IAIN Langsa serta untuk memberikan pelatihan pengetahuan tentang pembuatan sabun cuci piring Di Desa Bukit Pulo.(*)

Penulis merupakan mahasiswa jurusan Perbankan Syariah IAIN Langsa.