Aceh Tenggara butuh sosok leadership kharismatik demi menuntaskan kemiskinan


Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Aceh Tenggara butuh sosok leadership kharismatik demi menuntaskan kemiskinan

05/10/22

Peunawa.com l Aminul mukminin sekedang atau yang kerap disapa dirji di Aceh Tenggara ini memberikan pandangannya terkait value kepemimpinan bupati dan wakil bupati Aceh Tenggara setelah sudah paripurnakan dari jabatannya periodesasi 2017-2022

Berawal dari terpuruknya perkembangan perekonomian global yang berdampak ke tingkat nasional sampai dengan berimbas ke daerah, tentu ini efek dari diterjangnya wabah penyakit covid-19 yang sama sama kita rasakan dulunya, namun pada akhir-akhir ini pemerintah pusat dan daerah terus berupaya untuk menstabilkan kembali serta meningkatkan perekonomian rakyat dengan berbagai upaya baik di sektor kebijakan politik, publik maupun harga barang kebutuhan rumah tangga sampai dengan memperkuat di sektor UMKM

Tidak terlepas daripada itu, tanah kelahiran saya sendiri aceh tenggara sampai dengan kini masih terus mempertahankan predikat terbaik nya dari tahun ke tahun dengan nomor urut 4 termiskin di Aceh

Tak bisa dipungkiri, menurut data BPS Aceh Tenggara adanya penurunan pertumbuhan ekonomi ditahun 2017 sampai dengan 2020 mengalami penurunan yang drastis, hal ini tentu tak terlepas dengan kondisional yang ada, seperti imbas dari wabah covid-19, di tahun 2021 mengalami kenaikan namun tidak mengurangi angka kemiskinan bahkan meningkat, aneh mengapa bisa meningkat namun ini nyata, tak bisa disalahkan si wabah itu sepihak saja, tentu peran penting pemerintah Aceh Tenggara periodesasi  ini sangat di uji untuk menyelesaikan problematika ekonomi kerakyatan. 

Kita menganalisis secara by data and by addres,  BPS mempublis data kemiskinan Aceh Tenggara tahun 2021 13,41%, justru ditahun itu meningkat kalau dibandingkan dengan tahun 2020 di 13,21%. Predikat ini yang membuat masyarakat menilai ketidaksiapan dan ketidak sanggupan pemimpin Aceh tenggara dalam menyelesaikan problematika ekonomi rakyat, padahal yang paling utama rakyat mengharapkan adanya perkembangan dan perbaikan ekonomi karena ini akar dari persoalan kemiskinan untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi kegagalan ini juga karena faktor banyak pihak disana yang mengintervensi bupati dan wakil bupati. 

Oleh karena itu, saya berfikir perlu adanya sosok tokoh baru yang tidak bernoda dan tidak di intervensi oleh pihak-pihak borjuis bahkan penguasa di kabupaten tersebut. Tak bisa dipungkiri Aceh Tenggara hampir selalu dipimpin dari keluarga ke keluarga saja ini tentu bukti praktik nepotisme masih tinggi dan kesadaran rakyat akan kepemimpinan masih tinggi bodoh amatnya. 

untuk mengnahkodai bumi sepakat segenap di periodesasi 2024-2029, sosok ini saya melihat sekilas yahdi hasan yang saat ini menjabat periode ke-2nya sebagai anggota DPRA  dapil 8, yahdi hasan masyarakat asli agara, tokoh yang sangat sederhana dan dekat dengan rakyat ini sedang dibicarakan di meja kopi ke meja kopi, selama mejabat banyak hal diperbuat, seluruh dana aspirasinya disalurkan tepat sasaran dan dirasakam oleh rakyat, ini bukan saya yang menilai semata saja tapi rakyat yang saya jumpai di meja kopi juga mengatakan hal demikian. 

Sehingga analisis sederhana saya menyebutkan sikap leadership Kharismatik ada di jiwa dan karakter beliau. Yahdi Hasan kini memimpin partai Aceh di kabupaten tersebut sepertinya sedang di lirik banyak rakyat, beliau sangat ekslusif dan tentunya menjadi salah satu harapan rakyat untuk bagaimana kemudian bisa menghilang kan praktik nepotisme dan melayani rakyat sampai ke akar rumput. 

Dengan hadir tokoh baru maka tentu hadir pula harapan baru dengan 1000 harapan nantinya kedepan Aminul mukminin sekedang S. E Pengamat ekonomi dan politik muda Aceh tenggara, (*)