Dr H Tarmizi A Karim Isi Tausiah Safari Subuh Tadzkiratul Ummah Aceh, Ini Pesan yang Disampaikan

Adsense

 

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Dr H Tarmizi A Karim Isi Tausiah Safari Subuh Tadzkiratul Ummah Aceh, Ini Pesan yang Disampaikan

12/24/2023

Lhoksukon - Dr. Ir. H. Tarmizi Abdul Karim, M.Sc, meyampaikan tausiah singkat pada kegiatan Safari Subuh Tadzkiratul Ummah (TU) Aceh, kali ini yang dilaksanakan di Masjid Baitul Karaamah Gampong Meunasan Asan LB Kec. Lhoksukon Kab. Aceh Utara, Minggu (24/12/2023).

Tausiah itu, disampaikan oleh H. Tarmizi Karim usai mengimami shalat subuh berjamaah.

"Dengan rasa syukur Alhamdulillah saya bisa bersilaturrahmi dengan hadirin kaum muslimin-muslimat, Bapak/Ibu sekalian yang sudah lama saya rindukan," ucap H. Tarmizi A Karim memulai tausiahnya.

Dihadapan para jamaah, mantan Bupati Aceh Utara tahun 1997–2002 itu juga mengajak jamaah untuk bermuhasabah dan merenungkan tentang kehidupan, kebahagiaan dan kesuksesan yang sesungguhnya yang harus tercapai.

"Pada subuh berbahagia ini, mari kita renungkan bahwa hidup tidak semudah yang kita bayangkan. Kegagalan kita bukan karena kita hanya tidak sukses semata di dunia, tapi sungguh rugi dan gagal ketika kita tidak beriman dan tidak bisa masuk dalam syurgaNya Allah nantinya," urai Penjabat Gubernur Aceh tahun 2012 itu.

Dikatakannya, tidak perlu kita mencari pelindung selain Allah Swt dan hanya kepadaNya lah kita bertawakal.

Lanjut Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2015–2016 itu, apapun profesi kita, semua kita harus menjaga dan mencari Ridha Alaah Swt, karena kita adalah makhluk yang sempurna yang Allah ciptakan.

H. Tarmizi juga mengutip sebagaimana firman Allah dalam Al Quran Surat Anbiya Ayat 7

وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ 


"Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui," imbuh mantan Irjen Kemendagri RI tahun 2015.

Menurut H. Tarmizi A Karim yang akrab disapa Pak Tarmizi yang juga merupakan Caleg DPR RI Fraksi PPP Dapil 2 Aceh itu bahwa karena tidak akan selamat kecuali kita berpedoman kepada Al Quran dan sunnah.

"Karena Al Quran adalah petunjuk dan ketika kita membaca ayat-ayat Allah bergetar hati kita manusia," terangnya.

Lebih lanjut, H. Tarmizi A Karim juga menerangkan apa yang tercantum dalam Surat Al-Ma'idah ayat 35

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

 
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, carilah wasilah (jalan untuk mendekatkan diri) kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya agar kamu beruntung," lanjutnya.

Selain itu, H. Tarmizi yang juga mantan Kepala Bappeda Provinsi Aceh mengenang kembali, bahwa Allah memberikan cobaan kepada kita yang begitu besar, yakni Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, bahwa Tsunami yang begitu dahsyat dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 240 ribu, itu adalah merupakan Tsunami yang paling besar yang terjadi di Dunia.

"Saya teringat, bahwa dulu saat musibah besar Tsunami itu terjadi, termasuk saya yang mencatat jumlah korban meninggal dunia, saat saya bertugas di Banda Aceh," kata lulusan American University.

H. Tarmizi Karim juga memyampaikan peristiwa yang terjadi dan yang dirasakan oleh rakyat Palestina sembari mengajak untuk berdo'a agar Islam Allah berikan kemenangan diatas bumi ini.

Kemudian H. Tarmizi Karim kepada jamaah juga berpesan agar sukes dalam membina rumah tangga, dalam mendidik dan membina anak generasi kita, dengan kembali kita kepada Al Quran dan hadis.

"Karena tidak akan selamat kecuali kita berpedoman kepada Al Quran dan sunnah, semoga anak kita menjadi sebagai Qurratun Aiyun, menjadi genarasi yang beriman dan bertakwa, supaya kita bebas dan terlepas dari kewajiban, jelas Pembina Dayah Tgk Chiek Oemar Diyan Banda Aceh ini.

Diakhir kesempatan, H. Tarmizi Karim menyampaikan, semoga dengan silaturrahmi, serta dengan zikir dan do'a bersama ini, jiwa kita menjadi tenang, dan kita doakan kepada anak anak kita dan kepada kita semuanya Allah masukan kedalam syurgaNya. (Murhaban)