Ketua AMPI Nagan Raya T.Sultan Iskandar Muda Tegaskan Sikap: Tolak Eksploitasi Hutan Beutong Menjadi Tambang, Kawal Hak Hakiki Masyarakat

Adsense

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Ketua AMPI Nagan Raya T.Sultan Iskandar Muda Tegaskan Sikap: Tolak Eksploitasi Hutan Beutong Menjadi Tambang, Kawal Hak Hakiki Masyarakat

Aduen Alja
5/20/2026



Peunawa.com |Suka Makmue – Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Nagan Raya secara resmi menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk rencana eksploitasi hutan di wilayah Beutong untuk dijadikan kawasan pertambangan. 

AMPI menilai langkah eksploitasi tersebut berpotensi merusak tatanan ekologi dan mengancam ruang hidup masyarakat adat setempat.Ketua DPD AMPI Nagan Raya, Teuku Sultan Iskandar Muda, menegaskan bahwa komitmen investasi dan pembangunan ekonomi sama sekali tidak boleh menumbalkan kelestarian lingkungan serta hak-hak dasar masyarakat lokal.

"Pembangunan yang merusak fondasi kehidupan rakyat bukanlah sebuah kemajuan, melainkan kemunduran peradaban. Hutan Beutong bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan benteng ekologis, sumber penghidupan, dan warisan budaya yang harus kita jaga demi generasi mendatang. Kami berdiri kokoh bersama masyarakat Beutong untuk menolak rencana eksploitasi ini," ujar Teuku Suktan Iskandar Muda dalam pernyataan persnya, Rabu (20/05/2026).

Teuku Sultan Iskandar Muda menilai, alih fungsi hutan menjadi kawasan tambang skala besar hanya akan membawa keuntungan jangka pendek bagi segelintir pihak, namun meninggalkan dampak buruk jangka panjang bagi daerah. Potensi bencana alam seperti banjir bandang, erosi, dan krisis air bersih menjadi ancaman nyata yang langsung dihadapkan kepada masyarakat setempat jika keseimbangan alam Beutong diganggu.

Sebagai wadah pemuda yang adaptif dan visioner, AMPI Nagan Raya mendesak pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan untuk meninjau kembali seluruh rencana perizinan di kawasan tersebut. Pemerintah diharapkan lebih fokus mengembangkan potensi ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat yang ramah lingkungan, seperti sektor pertanian, ekowisata, dan pemanfaatan hasil hutan non-kayu."Kami menuntut adanya kebijakan yang elegan dan berpihak pada keadilan ekologis. Menjaga Beutong adalah harga mati untuk menyelamatkan masa depan Nagan Raya. 

Kami akan terus mengawal perjuangan ini bersama seluruh elemen masyarakat sipil hingga hak atas lingkungan yang sehat benar-benar terjamin," tutup Teuku Sultan Iskandar Muda.AMPI Nagan Raya juga mengajak seluruh elemen kepemudaan dan masyarakat di Aceh untuk menyatukan solidaritas, menjaga paru-paru bumi Beutong dari keserakahan korporasi yang mengabaikan aspek kemanusiaan dan lingkungan.