Bireuen – Peunawa.Com l Komitmen Pemerintah Aceh dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketersediaan air terus menunjukkan hasil nyata. Melalui Dinas Pengairan Aceh, percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang sedang berlangsung dibeberapa daerah, khususnya Bendung Daerah Irigasi (D.I.) Aneuk Gajah Rheut Krueng Peudada, sedang digenjot agar dapat segera beroperasi penuh.
Pada Sabtu (12/9/2026), tim dari Dinas Pengairan Aceh bersama konsultan pengawas turun langsung ke lapangan di Gampong Lawang, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan bentuk pengawasan ketat untuk memastikan proyek berjalan sesuai timeline, tepat mutu, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Ir. Khairuddin, S.T., M.T., yang memimpin survei lapangan tersebut, mengungkapkan kabar menggembirakan mengenai progres terkini. Hingga saat ini, realisasi fisik pembangunan bendung telah mencapai angka 50 persen.
"Pencapaian setengah jalan ini menandakan bahwa proyek telah melewati fase krusial awal, seperti pengerukan galian dan pemasangan fondasi dasar yang kini telah tertutup sindemen tanah. Kita kini memasuki tahap konstruksi struktur utama," jelas Khairuddin.
Proyek bernilai kontrak Rp 11,298 miliar ini dikerjakan oleh CV Bintang Perkasa Utama (Kontrak No. 620/KPA-IRP/1691/2026) dengan pengawasan ketat dari CV Traya Madani Konsultan. Selain fokus pada tubuh bendungan utama, perhatian serius juga diberikan pada rehabilitasi jaringan irigasi sekunder. Tahap ini dinilai vital karena akan menjadi kunci distribusi air yang merata ke lahan-lahan pertanian warga.
Khairuddin menambahkan, jika jaringan sekunder segera tersambung, hal itu merupakan indikator kuat bahwa proyek sudah mendekati tahap penyelesaian akhir. "Sistem distribusi air akan berjalan baik begitu jaringan ini terhubung. Ini adalah langkah final menuju operasional penuh," ujarnya.
Harapan besar disematkan pada infrastruktur ini. Dengan suplai air yang terjaga sepanjang tahun, para petani di wilayah tersebut diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada curah hujan alam.
"Tujuan akhirnya jelas akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan petani. Kami menargetkan Bendung D.I. Aneuk Gajah Rheut Krueng Peudada dapat berfungsi optimal untuk mendukung musim tanam tahun 2027," tutup Khairuddin optimis.
Dengan progres yang solid dan pengawasan yang intensif, bendung ini poised untuk menjadi tulang punggung baru bagi produktivitas pertanian di Kabupaten Bireuen. ( samsul)