Berantas Buta Aksara, Mahasiswa KKN-PPM 050 Unimal Perkenalkan Metode Fast


-->

Iklan Utama

Iklan berjalan

Berantas Buta Aksara, Mahasiswa KKN-PPM 050 Unimal Perkenalkan Metode Fast

Sabtu, 20 November 2021


Peunawa.com | LHOKSEUMAWE - Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat buta huruf di Indonesia masih sangat tinggi apalagi di tingkat Sekolah Dasar (SD), hal ini dikarenakan adanya sistem yang di berlakukan kemdikbud selama masa pandemi di mulai dari awal tahun 2020-2021 di mana sistem pendidikan yang awalnya dilakukan di ruangan beralih ke sistem daring. 

Hal ini juga mengakibatkan menurunnya tingkat prestasi siswa dan siswi dijenjang SD khususnya untuk siswa-siswi yang pada saat itu masih duduk di bangku kelas 1 dan 2 di mana pada usia tersebut seharusnya mereka membutuhkan bimbingan khusus untuk melatih pelafalan dalam mengenal huruf. 
Oleh karena itu upaya untuk mengurangi angka buta aksara di tingkat Sekolah Dasar, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 050 Universitas Malikussaleh (Unimal)  dibawah dosen pembimbing DR. Muammar Khaddafi, S.E., M.Si, Ak dengan beranggotakan Maulana Al Fajri, Mahendra Febriliansyah, Zulfakhmi, Muhammad Iqbal, Briant Atmajaya, Mira Zalena, Devita Marisna, M. Ridho Azhari Nst, M. Rizky Ananda dan Triwana Samosir, yang berasal dari jurusan yang berbeda-beda (Teknik Informatika, Ekonomi Pembangunan, Sosiologi) mencoba untuk memperkenalkan metode belajar membaca FAST (Fun and Situmulation Technique) di SDN 5 Blang Mangat, Desa Blang Cut Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe tanggal 1-18 November 2021.

Metode ini merupakan revolusi belajar membaca pertama kali di Indonesia yang diperkenalkan oleh Husnan Rosyadi dan Ipung Andriya. Metode FAST merupakan metode membaca dengan cara yang menyenangkan. Metode FAST menggunakan metode stimultan kreatif bagi anak yang banyak memberikan humor, nada, gerakan dan teknik imajinasi yang menyenangkan bagi anak.

“Perjuangan memberantas buta aksara ternyata di Indonesia belum tuntas khususnya di tingkat Sekolah Dasar, jadi tadi saya mencoba melakukan untuk memasuki beberapa kelas di mana ada hampir 7% adik-adik di kelas tersebut masih belum bisa membaca dengan lancar tidak hanya itu masih ada juga adik-adik yang masih belum hafal huruf Alfabeth” ujar Maulana selaku Ketua Kelompok kepada media, Sabtu (20/11/2021). 

Ia juga mangatakan sebelumnya melakukan kordinasi terlebih dahulu agar metode ini dapat di perkenalkan dengan baik dan kami juga berharap agar nantinya metode ini dapat di terapkan oleh pihak sekolah. 

“Saya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa dalam membantu peran guru untuk melawan dan memberantas buta huruf pada murid SD” ujar kepala sekolah SD Negeri 5 Blang Mangat, Eva Sari, S.Pd. 

Tidak hanya sampai situ saja, Mahasiswa KKN-PPM 050 UNIMAL juga melanjutkan pengajaran metode tersebut di luar jam sekolah dengan melakukan les membaca agar memaksimalkan metode yang dilaksanakan. 

Harapan kedepannya metode tersebut bisa mengurangi angka buta aksara dan mensejahterakan dunia pendidikan.(*)