International Women's Day, YSAP Bersama Lintas NGO Gelar Aneka Kegiatan Untuk Pengungsi Rohingya


Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

International Women's Day, YSAP Bersama Lintas NGO Gelar Aneka Kegiatan Untuk Pengungsi Rohingya

09/03/22



Peunawa.com | Lhokseumawe - Memperingati Hari Perempuan Internasional, Geutanyoe Malaysia melalui Yayasan Solidaritas Aksi Peduli (YSAP) berkolaborasi dengan ACT Lhokseumawe, Human Initiative (HI), Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI), dan UNHCR Indonesia melakukan Kegiatan dengan tema "Gathering with Rohingya Community and Fun Learning Day" di Camp BLK Kandang,Lhokseumawe,Selasa, (08/03/2022).

Hari Perempuan Sedunia atau International Women's Day diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Maret. Peringatan Hari Perempuan Sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesetaraan dan menghilangkan diskriminasi terhadap perempuan. Tahun ini Hari Perempuan Sedunia menggunakan tema Break The Bias dengan harapan dapat menghilangkan bias terhadap kaum perempuan yang terjadi selama ini.

Koordinator program YSAP Agustina mengatakan acara ini terdiri dari serangkaian kegiatan yang berkolaborasi dengan teman-teman dari organisasi kemanusiaan yang saat ini juga terlibat dalam penanganan Pengungsi Rohingya disini, jadi ini memang sudah kita siapkan jauh-jauh hari bersama tim dan ada dua agenda utama kita hari ini yaitu, memasak bersama dan lomba untuk anak-anak.

"Pengungsi Rohingya difasilitasi oleh YSAP dan dibantu teman-teman dari organisasi lain untuk memasak menu makanan mereka sendiri yakni Lurifida (menu daging khas Rohingya), yang dimasak sendiri oleh Perempuan dan Laki-Laki Rohingya, di waktu yang bersamaan ada beberapa lomba yang berisikan materi edukasi yang di kemas dalam bentuk permainan guna membentuk pembelajar yang mandiri,"ujarnya

Gathering ini diharapkan mampu memberikan ruang dan kesempatan bagi pengungsi perempuan Rohingya agar dapat menyalurkan hobi mereka melalui memasak yang mungkin mobilitasnya sedikit terbatas selama di kamp penampungan. Terlebih itu, kegiatan seperti ini mempromosikan pentingya peran perempuan dalam masyarakat, terlepas dari siapa mereka. 

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program kami untuk mendorong pengungsi Rohingya agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan menumbuhkan rasa kedekatan dengan masyarakat lokal serta menjadi momentun bagi perempuan Rohingya agar lebih aktif lagi kedepannya,"paparnya.

Aktifitas hari ini di BLK Kandang sangat menarik dikarenakan ada banyak kegiatan yang dibuat untuk pengungsi Rohingya dan keterlibatan penuh teman-teman di lapangan. Khusus untuk anak-anak, kita mengadakan Lomba Menyeyebrang Sungai, Lomba Oper Karet, Lomba Membawa Kelereng Dalam Sendok, Lomba Tiup Bola Air, dan Lomba Oper Tepung yang bertujuan untuk melatih kekompakan dan mengetahui sejauh mana kemampuan motoric kasar dan kognitif mereka yang selama ini telah mengikuti proses edukasi di kamp pengungsian.

Untuk kegiatan Fun Active Learning sendiri, diharapkan dapat membantu anak-anak, terutama anak perempuan untuk bangkit dan pulih dari trauma dengan terlibat aktif dalam aktifitas yang menyenangkan namun juga membantu anak-anak pengungsi untuk belajar menjadi bertanggung jawab, bisa bekerja sama dengan baik, dan menghargai satu sama lain. Pada akhir kegiatan, anak-anak mendapatk rewards demi mengapresiasi peran dan keterlibatan mereka dalam aktifitas fun learning. 

Perwakilan NGO yang terlibat dalam kegiatan ini juga berharap kegiatan seperti ini bisa memberikan dampak yang baik untuk pengungsi dan membangun kedekatan dengan pengungsi serta kolaborasi yang bermanfaat antar NGO, Pemerintah dan juga komunitas lokal. 

"Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, dimana kegiatan yang kita lakukan ini mendapat respon yg sangat baik dari penyintas rohingnya sendiri maupun NGO yg terlibat di penangganan penyintas ini". Tutur Budi, perwakilan Human Initiatif Lhokseumawe. 

Selain itu, Faisal Rahman, koordinator YKMI menyampaikan, Kegiatan hari ini sungguh sangat baik sekali karena dapat meningkatkan hubungan kedekatan dengan para pengungsi dan juga dengan lembaga lain yang ikut serta mengambil bagian dalam proses penanganan pengungsi. Selain itu kegiatan memasak bersama para pengungsi dan bermain dengan anak-anak ini juga dapat membuat mereka lupa sejenak terhadap trauma ataupun penderitaan yang dialami oleh mereka".

Serangkaian kegiatan ini mematuhi protokol Kesehatan baik pengungsi ataupun teman-teman organisasi yang terlibat dalam kegiatan International Woman Days.(Rnld)