Irfan Hadi, Pemuda Energik dari Lhoksukon yang Sukses Menjadi MC

Adsense

 

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Irfan Hadi, Pemuda Energik dari Lhoksukon yang Sukses Menjadi MC

1/25/2024


Lhoksukon - Beberapa tahun belakangan ini profesi MC sangat populer di kalangan masyarakat, tak terkeculai Aceh, meski tertinggal dari daerah lain kini masyarakat Aceh mulai melek akan pentingnya seorang pemandu untuk menyukseskan setiap acara.

Bukan hanya saja untuk tertib acara, namun juga penting sebuah acara dapat berjalan dengan baik dan teratur dengan konsep islami dan kearifan lokal yang mengutamakan norma syariat islam yang di terapkan di bumi serambi mekkah.

Tidak mudah menjadi seorang Master of ceremony (MC) jika hanya mengandalkan bakat dan juga hobi, karna menjadi pemandu acara juga membutuhkan ilmu dan juga wawasan yang tinggi serta keahlian yang mumpuni untuk terjun ke dunia Public speaker ini.

Hal ini membuat seorang pemuda di Lhoksukon Aceh utara yang bernama Irfan Hadi memutuskan untuk fokus berkarir menjadi Master of Ceremony (MC).

Dengan kemampuan Public Speaking serta pengalaman dan passion yang ia miliki, membuat dirinya memutuskan untuk fokus berkarir di dunia pembawa acara yang pofessional dan berkarakter.

Irfan Hadi yang kini dikenal dengan sapaan akrabnya MC Irfan kepada media ini, Kamis (25/01/2024), ia berbagi kisah menarik tentang memulai jadi MC. Berawal dengan suka tampil di berbagai acara saat usia masih kecil membuat MC Irfan Fasih dalam mengolah kata dan juga memiliki keberanian yang tinggi untuk menjadi Pembawa acara.

MC Irfan yang lahir di Lhoksukon Aceh Utara pada tanggal 15 April 1992 ini bernama lengkap Irfan adalah sosok pemuda yang humanis dan agamis yang juga sangat dekat dengan berbagai kalangan tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Mengawali karir menjadi MC Wedding pertama kali pada tanggal 20 Agustus 2020 Hingga sampai saat ini semakin banyak yang memakai jasa nya.

Tidak hanya acara Resepi tetapi juga banyak acara acara lain seperti Acara pernikahan, Majelis pengajian, Majelis Dzikir, Haul dan berbagai acara lain nya .

MC Irfan mengatakan adapun Ilmu Public speaking ini di dapatnya dari seminar seminar dan juga konten yang ia ikuti serta belajar langsung dengan pakar nya seperti tokoh ternama di Aceh Utara Ir. Muhammad Hatta S.ST., MT, yang sering memberikan Ilmu pengambangan diri dan saat ini menjadikan beliau Role model untuk pembawa acara bidang formal dan pemerintahan.

"Sedangkan bidang perweddingan saya banyak belajar dengan sosok MC Bung Hatta dari Lhokseumawe, bagi saya kedua nama Hatta ini membuat saya bersemangat untuk mengikuti jejak karirnya," ucap Irfan saat menghungi media ini.

MC Irfan termasuk juga salah satu penggiat media sosial dengan memiliki pengikut lumayan banyak, di instagram milik nya @mc_iirfan tersebut mengatakan sangat senang menjadi pemandu acara karna membuat acara berjalan sukses mempunyai kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

"Hingga saat ini tawaran MC di berbagai acara tidak hanya datang dari daerah saya Aceh Utara namun juga beberapa daerah lain di Aceh dan ini adalah kesempatan saya untuk mengharumkan nama daerah tempat saya lahir dengan bakat, dan kreatifitas yang saya miliki," sambungnya.

Dikatakannya, sisi lain menjadi MC di Aceh tidak semudah yang di bayangkan karna masih adanya pro kontra dalam sudut pandang masyarakat, ada yang mengatakan dengan hadir nya MC bisa membuat adat istiadat menjadi hilang.

"Justru saya berani mengatakan dan menjamin bahwa dengan hadir nya MC akan sangat terjaga adat istiadat yang ada di aceh karna di dalam Rundown acara Resepsi khusus nya adat istiadat sangat di junjung tinggi dalam acara walimah tersebut.

Hal ini juga mendapat dukungan dan komentar positif terhadap dirinya, seperti salah satu seorang tokoh agama muda di Lhoksukon Tgk Machsal Mina hasan, ia mengatakan justru MC berperan sangat penting dan memiliki wewenang dalam menjaga sunnah sunnah di dalam Acara walimatul ursy.

Menurutnya, beberapa Ulama besar Aceh Seperti Abu Mudi , Abon Buni Dan Waled Nu juga memakai Jasa MC untuk memandu acara resepsi ananda nya.

"Semoga masyarakat Aceh dapat menerima suatu profesi baru ini yang hadir untuk kemaslahatan acara, dan dimana pun terjadi kesalahan dan penyimpangan untuk sama sama di berikan peringatan dengan cara yang baik," tutur Tgk. Machsal Mina. (Murhaban).