LIRA AMALIA, S.H., M.Si. Minta Pelaku Pencabulan diaceh Harus Di Hukum Berat


-->

Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

LIRA AMALIA, S.H., M.Si. Minta Pelaku Pencabulan diaceh Harus Di Hukum Berat

25/12/21

Peunawa.com l Banda Aceh - Politisi perempuan kader senior PDI PERJUANGAN ACEH LIRA AMALIA, S.H., M.Si. Mengecam keras aksi pemerkosaan dan pencabulan yang sangat marak terjadi di Provinsi Aceh, Dan Pelaku Pencabulan Harus di hukum Berat oleh Penegak hukum, Jum'at (24 Desember 2021)

Saat ini Aceh dalam kondisi krisis moral  darurat kekerasan seksual, dimana hampir setiap hari ada kasus pemerkosaan dan pelecehan, Miris rasanya sebut lira

Lanjutnya lagi Pemerintah Aceh dan DPR Aceh harus segera merevisi Pasal Jarimah Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual dalam Qanun Aceh No 6/2014 tentang Hukum Jinayat.

Menurut politisi Perempuan Lira Amalia yg sudah hampir 20 tahun menjadi Kader PDI Perjuangan ini, Memang ada 8 Pasal Jarimah dalam Qanun tersebut tetapi ada 2 Pasal Jarimah saja yang harus direvisi yakni Pasal Jarimah Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual, karena ini memang kurang berpihak kepada korban.

Hampir setiap hari kita lihat pemberitaan baik dimedia online maupun media cetak kasus serupa selalu saja terjadi. Ini PR kita bersama. Dari data UPTD PPA Aceh sebanyak 697 kasus kekerasan seksual yang terjadi antara Januari sampai September.

Selain dari pada itu keterpihakan kepada korban dan keluarga korban pemerintah juga masih kurang responsive kepada korban-korban kekerasan seksual. 

Dalam penanganan kekerasan seksual seharusnya melibatkan semua lini, bahkan pemerintah sudah membentuk sebuah lembaga pendampingan untuk korban disetiap Kabupaten / Kota, yang menjadi pertanyaan apakah lembaga perpanjangan tangan  Pemerintah ini selama ini sudah bekerja dengan maksimal.

Politisi perempuan PDI Perjuangan Aceh ini juga sangat prihatin dengan kondisi pemberitaan yang semakin hari semakin meningkat dan bervariasi terkait kasus kekerasan seksual. Bahkan dari kejadian yang terjadi para korban kekerasan seksual rata-rata merupakan masyarakat ekonomi lemah. 

Kita  berharap kepada  pemerintah Aceh khususnya ini memang harus sangat-sangat serius dalam penanganan kasus kekerasan seksual baik untuk proses hukum juga proses pendampingan agar para korban kelak menjadi resilien yang benar-benar mampu keluar dari rasa trauma, maka dalam penanganan kasus kekerasan seksual harus benar-benar melibatkan banyak ahli yang kompeten di bidangnya. Para pelaku perlindungan korban harus perspektif korban dan dibekali dengan ilmu-ilmu terkait perlindungan korban.

Pada intinya kita semua disini terpanggil untuk berbuat  baik dalam maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi akhir-akhir ini di daerah yang kita cintai ini. "Pesan saya yang  juga seorang ibu, Agar selalu menjaga putra-putrinya dan berhati-hati dalam mengawasi, karena kekerasan seksual selama ini rata-rata pelakunya adalah orang terdekat," begitu pungkasnya dalam bincang santai bersama 'kak lira' panggilan akrab politisi PDI Perjuangan Aceh.(Rilis)