Peringati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Dirangkai Zikir Bersama


Peunawa

Iklan Berjalan

Iklan Slide

Peringati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Dirangkai Zikir Bersama

01/03/22



Peunawa.com | BIREUEN - Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Zikir bersama dan tausiah oleh Ustadz DR(CAND) TGK Bustaman Usman,S.HI.,MA di Mesjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen dihadiri ratusan masyarakat pada Selasa (01/03/2022)

Dalam Sambutannya Bupati Bireuen Dr.H.Muzakkar A.Gani,SH.,M.Si mengatakan momentum peringatan isra mi’raj 1443H tentunya dapat mempertebal keimanan umat Islam dan selalu menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Dikatakannya, sebagai kota santri Penabalan nama ini bukan sekedar label saja, melainkan lahir dari banyaknya jumlah pesantren yang berada di kecamatan-kecamatan dalam Kabupaten Bireuen, sehingga layak mendapat gelar sebagai Kota Santri.

 “Tentunya nama ini benar-benar harus kita jaga dengan sikap, prilaku dan jati diri sebuah kota santri,”ujar Bupati Bireuen Dr.Muzakkar A.Gani,SH.,M.Si.

Sementara itu, ustadz kondang DR(CAND)TGK Bustaman Usman,S.Hi.,MA. mengisahkan tentang peristiwa yang terjadi pada 27 Rajab di tahun ke delapan kenabian. 

“Ini merupakan peristiwa perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina, hingga naik ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh dalam satu malam,” jelasnya.

Isra berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem menaiki Buraq. Selama perjalanan, disebutkan Malaikat Jibril sempat mengajak Nabi Muhammad SAW singgah shalat di beberapa tempat antara lain di Tayyibah dan Thursina.

Sedangkan Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari bumi ke Sidratul Muntaha bersama Malaikat Jibril. Selama menapaki langit ketujuh, Rasulullah sempat bertemu dengan beberapa nabi. Rasulullah bertemu Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa di langit kedua, Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi Idris di langit keempat, Nabi Harun di langit kelima, dan Nabi Musa di langit keenam

Baru kemudian Nabi Muhammad SAW tiba di Sidratul Muntaha yang merupakan langit ketujuh yang bertemu dengan Nabi Ibrahim dan menjadi akhir perjalanan Nabi Muhammad menerima perintah Allah SWT. 

"Adapun perintah yang diterima Rasulullah saat itu yaitu berupa perintah shalat lima puluh waktu dalam satu hari. Namun Nabi Muhammad SAW meminta keringanan pada Allah sehingga perintah shalat menjadi lima waktu dalam sehari. Sejak saat itulah ummat Muslim harus melakukan shalat wajib lima waktu," Pungkas ustadz TGK Bustaman Usman 

Sementara itu Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag, M.A.P, dalam kesempatannya menuturkan, kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Pemkab Bireuen melalui Dinas Syariat Islam,Pengurus Mesjid  Agung Sultan jumpa, BKMT Bireuen dan pelajar.(*)