Peunawa.com |Yogyakarta — Kepengurusan baru Himpunan Masyarakat Aceh (HIMA) Yogyakarta masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dalam sebuah acara khidmat di Gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (13/9). Prosesi pengukuhan yang dihadiri puluhan tamu undangan ini menjadi momentum konsolidasi bagi diaspora Aceh di tanah rantau.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat Aceh, perwakilan organisasi daerah seperti Taman Pelajar Aceh (TPA), Himpunan Pascasarjana Aceh (Himpasay), Meunasah Aceh, serta perwakilan Himpunan Masyarakat Solo Raya, Himpunan Masyarakat Semarang, dan Komunitas Seniman Yogyakarta.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lantunan Himne Aceh. Prosesi inti ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris HIMA, Ami Syamsyia, dan pengukuhan pengurus baru oleh sesepuh HIMA, Maimun M. Nurdin, S.H., yang diiringi prosesi adat tepung tawar dan doa bersama.
Ketua HIMA terpilih, Rusly Albas, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan serta komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih progresif. Ia menegaskan pentingnya peran HIMA sebagai rumah bersama bagi masyarakat Aceh di Yogyakarta, selaras dengan tema yang diusung tahun ini, "Tatem Meusapat Rame Syedara — Menyo Sapu Kheun Pakat Hase Ban Cita".
"Kami siap bekerja keras untuk mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Aceh di Yogyakarta. Mari bersama-sama kita jadikan HIMA sebagai wadah pemersatu di perantauan," ujar Rusly dengan penuh semangat.
Sementara itu, Ketua HIMA periode sebelumnya, Jamaludin, turut memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus baru. Ia berharap organisasi ini dapat terus merawat tradisi mufakat dan memperkuat tali silaturahmi demi kemaslahatan bersama.
Acara pelantikan ditutup dengan penyerahan dokumen kepengurusan secara simbolis dari ketua lama kepada ketua baru, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama dan jamuan santap siang khas Nusantara. (*)
