Literasi Digital Nagan Raya, Kominfo Adakan Webinar Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual di Ruang Digital


-->

Iklan Utama

Iklan berjalan

Literasi Digital Nagan Raya, Kominfo Adakan Webinar Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual di Ruang Digital

Senin, 27 September 2021



Peunawa.com | SUKA MAKMUE - Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengadakan Webinar Literasi Digital Chapter Kabupaten Nagan Raya pada Selasa, (14/9/2021)siang.

Kegiatan yang mengusung tema “Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual di Ruang Digital” tersebut diselenggarakan secara virtual melalui Zoom meeting dengan tujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas , positif, kreatif dan produktif sehingga dapat mencegah terpapar dampak-dampak negatif dari penggunaan internet.

Kegiatan tersebut diisi oleh empat narasumber diantaranya Dr.Majfud Fauzi,M.Pd yang membahas tentang kecakapan digital, Istar Yuliadi dr,M.Si.,FIAS yang membahas tentang keamanan digital, Mizan Liyanda,S.TP.,MP yang membahas tentang budaya digital, serta Khairul Zami,S.Pd.,M.Pd yang membahas tentang etika digital.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitif-nya untuk  mengidentifikasi hoax serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa, Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa, artinya penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

"Kecakapan digital harus ditingkatkan dalam masyarakat agar mampu menampilkan konten kreatif mendidik yang menyejukkan dan menyerukan perdamaian. Sebab, tantangan di ruang digital semakin besar seperti konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital," ujar Presiden Republik Indonesia, Ir.H. Joko Widodo saat membuka program Literasi Digital Nasional. 

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama, di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.(Rel/*)